OJK Tegaskan Reformasi Integritas Pasar Modal Jadi Prioritas Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa reformasi integritas menjadi prioritas paling utama dalam pengawasan pasar modal Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika yang membayangi pelaku pasar dalam beberapa pekan terakhir. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa langkah tersebut ini telah diinisiasi sejak masa transisi kepemimpinan dan kini diperkuat melalui delapan aksi prioritas.
"Intinya bisa saya sampaikan ke rekan-rekan, reformasi integritas di pasar modal merupakan salah satu prioritas utama kami saat ini. Sebetulnya sudah kami lakukan saat kami menjadi pejabat sementara kemarin, dan ini bisa kita katakan sebagai prioritas paling utama," kata Friderica ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Untuk menjalankan upaya tersebut, OJK telah menetapkan delapan poin krusial yang meliputi penguatan likuiditas pasar, integritas data, hingga integritas investor. Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak segan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap kasus-kasus yang melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, Friderica menegaskan bahwa OJK juga telah membentuk Task Force Reformasi Pasar Modal yang melibatkan kementerian terkait dan Self Regulatory Organizations (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Usai Lolos 'Fit and Proper Test', 5 Nama ADK Baru OJK Disetujui di Rapat Paripurna DPR
Hal senada juga disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. Hasan menyatakan bahwa fokus pemantauan saat ini tertuju pada dampak domestik dan geopolitik global yang mempengaruhi persepsi investor.
"Sejak akhir Januari, kami terus mendorong percepatan reformasi integritas di pasar modal kita Penegakan hukum, meneliti tingkat kepatuhan, serta pemberian sanksi terukur dan keterbukaan informasi akan selalu kami dorong," tegas Hasan.
Baca Juga
Lolos 'Fit and Proper Test', Friderica Widyasari Resmi Terpilih Jadi Bos OJK Periode 2026-2031
Hasan juga mengungkapkan bahwa OJK tengah mengawal proposal kepada penyedia indeks global (index provider global) untuk memastikan pasar modal Indonesia tetap kredibel dan transparan di mata internasional. Menurutnya melalui penguatan integritas ini, OJK optimistis pasar modal dalam negeri akan tetap menjadi tempat investasi yang aman dan nyaman, baik bagi investor domestik maupun global, di tengah dinamika ekonomi yang ada.
"Pada akhirnya, kita harapkan pasar modal kita menjadi pasar yang betul-betul kredibel di mata seluruh investor, termasuk investor global, dan menjadi tempat investasi yang nyaman," tuturnya.

