Analis: Laba BBCA Diprediksi Lanjut Tumbuh di 2026, Potensi Dividen dan Harga Saham Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada 2026 diprediksi tetap solid di tengah dinamika suku bunga dan persaingan industri perbankan. Fundamental bank swasta terbesar ini diprediksi tetap kuat didukung dana murah yang dominan dan profitabilitas konsisten tinggi.
CGS International dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa BBCA akan mampu untuk mempertahankan kinerja stabil, meskipun terdapat tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM). Sejak rilis kinerja kuartal III-2025, manajemen BBCA telah memberi indikasi potensi penurunan NIM tahun ini.
Pendapatan bunga bersih (net interest income) BBCA diperkirakan mencapai Rp 88,23 triliun pada 2026, naik sekitar 3% dari pencapaitan tahun 2025. Sementara itu laba bersih diperkirakan meningkat 5,7% menjadi Rp 60,82 triliun pada 2026.
Baca Juga
Siap-siap Mudik! BCA (BBCA) Guyur Rp 65,7 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran 2026
Pada Januari 2026, BBCA telah berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 5 triliun, naik 5,8% secara tahunan (year on year). Pencapaian tersebut setara dengan sekitar 8% dari proyeksi laba setahun berdasarkan konsensus analis yang dikompilasi Bloomberg.
Peningkatan laba bersih pada Januari terutama didorong oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 11% serta penurunan beban pencadangan sebesar 54%. “Portofolio kredit turun 1,3% secara month on month, namun hal ini terlihat bersifat musiman. Dalam 10 tahun terakhir kredit BBCA biasanya memang menyusut sekitar 2% mom setiap bulan Januari,” kata analis CGS International Handy Noverdanius dalam risetnya.
Dari sisi pendanaan, posisi likuiditas BBCA dinilai tetap kuat dengan rasio dana murah atau CASA mencapai sekitar 84,8%. Rasio tersebut mencerminkan keunggulan biaya dana dibandingkan bank sejenis. Sementara itu loan to deposit ratio (LDR) masih berada di level 77,4%, yang turut menjaga stabilitas profitabilitas perseroan.
Baca Juga
Saham Blue Chip RI Tertekan Isu MSCI, Sucor Sekuritas Rekomendasikan Akumulasi BBCA dan Saham Ini
Selain itu, CGS International menilai BBCA masih memiliki ruang untuk meningkatkan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2025, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan.
Rekomendasi Saham
CGS mempertahankan rekomendasi add atau beli saham BBCA dengan target harga Rp 10.000 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 43% dari harga saham BBCA pada akhir tahun lalu.
“Kami tetap mempertahankan rekomendasi add karena kami menilai BBCA masih akan mampu membukukan kinerja yang solid dengan fundamental yang kuat. Re-rating catalysts berasal dari yield kredit dan permintaan kredit yang lebih baik dari perkiraan serta perbaikan sentimen makro,” tulis riset CGS.
Baca Juga
Sementara itu, Samuel Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 8.600 per saham. Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi dan Brandon Soedhiman menilai strategi pendanaan berbasis transaksi serta dominasi CASA akan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan kinerja bank tersebut.
“BBCA terus mengeksekusi strategi transaction banking dan pendanaan berbasis CASA yang kuat sehingga mampu menopang pertumbuhan laba yang stabil,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya.
Samuel memperkirakan kredit BBCA dapat tumbuh sekitar 10–11% pada 2026 dengan margin bunga bersih berada di kisaran 5,4–5,6% serta biaya kredit sekitar 40–50 basis poin. Laba bersih BBCA diproyeksikan meningkat sekitar 7,4% secara tahunan menjadi Rp 61,8 triliun pada 2026, dari Rp 57,5 triliun pada 2025.
Baca Juga
Strategi BCA (BBCA) Respons Kebutuhan Puluhan Juta Nasabah Lewat Inovasi Teknologi Terkini
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas dalam riset sebelumnya telah merevisi naik target harga saham BBCA menjadi Rp 11.400, dibandingkan sebelumnya Rp 10.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi kenaikan laba menjadi Rp 60,61 triliun tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 57,53 triliun.
Di sisi valuasi, konsensus analis yang dihimpun Bloomberg menunjukkan target harga rata-rata saham BBCA berada di kisaran Rp 10.208 per saham. Sebanyak 36 analis memberikan rekomendasi buy dan satu analis memberikan rekomendasi hold.

