Dorong Pemerataan Konektivitas Indonesia, Mitratel (MTEL) dan AALTO Perkuat Kolaborasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dan AALTO HAPS Limited (AALTO), anak perusahaan Airbus, menandatangani Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) penguatan kolaborasi strategis untuk pengembangan Stratospace dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan konektivitas di dalam negeri.
Penandatanganan MoU digelar di sela ajang Mobile World Congress di Barcelona pada 2 Maret 2026. Kesepakatan ini bertujuan untuk menghadirkan solusi konektivitas yang inovatif, andal, dan berkelanjutan di Tanah Air. AALTO akan berperan sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace dan operasional Stratocraft, mencakup aktivitas penempatan, pengoperasian, serta pengelolaan solusi konektivitas berbasis platform ketinggian tinggi atau High Altitude Platform System (HAPS).
Baca Juga
Laba Mitratel (MTEL) Naik Jadi Rp 1,54 triliun hingga September 2025
Adapun Mitratel (MTEL), sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi terkemuka dan operating company PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), akan mendukung kolaborasi melalui penyediaan dan pengelolaan layanan infrastruktur menara guna memastikan implementasi inisiatif berjalan efektif. Perluasan ruang lingkup kerja sama ini merupakan kelanjutan dari MoU yang telah ditandatangani kedua perusahaan pada 2023.
Manajemen Mitratel (MTEL) dalam penjelasan resminya menegaskan bahwa komitmen perseroan untuk terus mendorong inovasi dan kesiapan teknologi melalui kerangka implementasi terstruktur. Kapabilitas serta potensi kontribusi masing-masing pihak akan dievaluasi melalui studi kelayakan komprehensif.
Studi tersebut mencakup aspek bisnis, finansial, teknis, operasional, geografis, komersial, hukum, regulasi, perpajakan, serta aspek relevan lainnya guna memastikan perencanaan dan pelaksanaan yang prudent. Kedua pihak juga akan berkoordinasi untuk memperoleh perizinan, persetujuan, dan dokumentasi dari instansi pemerintah serta lembaga terkait dengan tetap mematuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Siapkan Roadmap AI hingga 2028, Bidik Terwujudnya Sovereign AI Indonesia
Chief Executive Officer Mitratel (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko menyatakan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional.
“Melalui kolaborasi strategis dengan AALTO, kami berupaya membangun model sinergi terintegrasi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS guna meningkatkan kualitas, cakupan, serta ketahanan layanan telekomunikasi di Indonesia. Perpanjangan Nota Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kuat bagi kedua pihak untuk melakukan kajian komprehensif serta menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan selaras dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik,” ujarnya dari Barcelona, kemarin.
Secara terpisah, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia MTEL Seno Soemadji menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi Telkom Group dalam mengeksplorasi solusi konektivitas masa depan yang melengkapi infrastruktur terestrial.
Menurutnya, teknologi HAPS dipandang sebagai enabler strategis untuk memperluas cakupan layanan, memperkuat resiliensi jaringan, serta membuka peluang model layanan baru, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses.
Baca Juga
Sementara itu, Chief Executive Officer AALTO Hughes Boulnois menilai bahwa penguatan kolaborasi dilakukan di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace.
Kemampuan Zephyr dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device) dapat membantu menutup kesenjangan cakupan di wilayah 3T Indonesia sekaligus meningkatkan ketahanan jaringan nasional. Komitmen mitra di kawasan Asia-Pasifik juga menjadikan wilayah ini sebagai pusat pertumbuhan AALTO dan bagian penting dari babak baru konektivitas global.
Dengan diperpanjangnya MoU hingga Oktober 2027, Mitratel dan AALTO memperluas ruang lingkup kerja sama untuk terus mengevaluasi, menyempurnakan, dan merealisasikan potensi sinergi antara teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pemerataan akses konektivitas serta mempercepat transformasi digital Indonesia.

