Pangsa Pasar BSI Naik Jadi 8,02% di Perbankan Syariah, 3,64% di Perbankan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, pangsa pasar (market share) BSI dalam lima tahun terakhir (2020 vs Juni 2025) meningkat menjadi 8,02% untuk perbankan syariah dan 3,64% untuk perbankan nasional.
“Market share BSI naik terus, yaitu dari 6,99% menjadi 8,02% untuk perbankan syariah. Sedangkan untuk perbankan nasional naik dari 2,86% menjadi 3,64%,” kata Anggoro dalam acara buka puasa bersama pimpinan media massa di Jakarta, Jumat (27/2/2026) malam.
Selain berhasil menaikkan pangsa pasar, menurut Anggoro, emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham BRIS itu sukses mempertahankan pertumbuhan aset dua digit dalam lima tahun terakhir. Sebelum merger, aset BSI mencapai Rp 240 triliun. Pada 2021, aset BSI tumbuh 10,73% menjadi Rp 265 triliun, lalu naik lagi 15,35% menjadi 306 triliun pada 2022.
“Pada 2023, aset perseroan tumbuh 15,69% menjadi Rp 354 triliun, kemudian naik 15,54% menjadi Rp 409 triliun pada 2024. Nah, pada 2025, aset BSI tumbuh 11,49% menjadi Rp 456 triliun,” ujar dia.
Baca Juga
Kinerja Solid, Saham BSI (BRIS) Direkomendasi Beli dengan Potensi Cuan Ini
Anggoro menjelaskan, tren pertumbuhan aset BSI sebesar dua digit terjadi sejalan dengan meningkatnya dana pihak ketiga (DPK) perseroan. Sebelum merger, DPK BSI mencapai Rp 210 triliun, lalu tumbuh 11,12% menjadi Rp 233 triliun pada 2021.
Selanjutnya DPK BSI naik 11,90% menjadi Rp 261 truliun pada 2022, dan kembali meningkat 12,64% menjadi Rp 294 triliun pada 2023. “Dalam dua tahun berikutnya, DPK BSI masing-masing tumbuh 11,22% dan 16,21% menjadi Rp 327 triliun dan Rp 380 triliun,” tutur dia.
Di sisi lain, kata Anggoro Eko Cahyo, pembiayaan BSI juga menorehkan kinerja yang meyakinkan. Sebelum merger, BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 157 triliun, angka itu kemudian naik 9,32% menjadi Rp 171 triliun pada 2021, dan melesat 21,43% menjadi Rp 208 triliun pada 2022.
Baca Juga
Total Pembiayaan BSI (BRIS) Melesat 14,49% Jadi Rp 318,8 Triliun di 2025
“Pada 2023, pembiayaan perseroan meningkat 15,38% menjadi Rp 240 triliun, selanjutnya meningkat kembali sebesar 15,83% pada 2024 menjadi Rp 278 triliun. Tahun lalu, pembiayaan yang disalurkan BSI tumbuh 14,75% menjadi Rp 319 triliun,” papar dia.
BSI, yang tahun lalu mencetak kenaikan laba bersih sebesar 8% (yoy) menjadi Rp 7,57 triliun, merupakan bank syariah hasil merger Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah. Bank tersebut baru saja mengantongi status Persero sehingga kini menyandang status sebagai bank BUMN.
Saham BSI saat ini dimiliki PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 51,47%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 23,24%, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 15,38%, dan masyaraat 9,92%.

