Bitcoin Bangkit Setelah Empat Hari Melemah, Pasar Tunggu Data Inflasi AS Malam Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) berhasil menguat setelah empat hari beruntun melemah. Dominasi pasar BTC kini berada di level 58,83%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga menguat 0,90% menjadi ke level US$ 2,29 triliun.
Bitcoin (BTC) terpantau bergerak naik dan mencoba menahan koreksi lebih dalam meskipun aset altcoin cenderung tertinggal. "Pasar saat ini berada dalam posisi wait and see menantikan rilis data inflasi penting pukul 20:30 WIB nanti," menurut Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Jumat (20/2/2026).
Fokus Data PCE Malam Ini: Indeks Core PCE diprediksi naik ke 2,9% YoY dan 0,3% MoM. Jika rilis data sesuai atau lebih tinggi dari ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat karena pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga di level 350-375 bps (probabilitas saat ini 93,6%). Namun, jika data sesuai atau di bawah ekspektasi, BTC berpeluang besar kembali merebut level US$ 70.000.
Indeks Core PCE (Core Personal Consumption Expenditures Price Index) adalah indikator inflasi AS yang mengukur rata-rata kenaikan harga barang dan jasa konsumen, tanpa memasukkan komponen makanan dan energi yang volatil. Ini adalah tolok ukur inflasi favorit Federal Reserve (The Fed) untuk memantau tren inflasi jangka panjang.
Baca Juga
Sinyal 'Hawkish' Fed Tekan Kripto, Bitcoin Tembus ke Bawah US$ 67.000
Sentimen Institusional Ethereum: BlackRock resmi memulai langkah awal peluncuran ETF Ethereum Staking dengan membeli 4.000 seed shares senilai US$100.000. Langkah ini menandai akumulasi awal Ether (ETH) oleh institusi raksasa tersebut.
Progres Regulasi & Makro: Diskusi di Gedung Putih terkait RUU struktur pasar kripto menunjukkan kemajuan bertahap meski belum mencapai kesepakatan final. Di sisi lain, tekanan di pasar kredit privat dan ketegangan geopolitik terkait potensi aksi militer AS terhadap Iran menjadi beban bagi aset berisiko.
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar hingga US$ 70.000 dan Ethereum di rentang hingga US$ 2.200.
Baca Juga
Awal Ramadan, Harga Bitcoin Loyo dan Ini yang Harus Diantisipasi Investor
Berdasarkan data CoinMarketCap, Jumat (20/2/2026) sore harga Bitcoin menguat dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$ 68.145,62, naik 1,83% secara harian. Penguatan ini terjadi setelah pergerakan volatil yang sempat membawa harga turun ke kisaran US$ 66.000 sebelum berbalik menguat.
Seiring kenaikan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai US$ 1,36 triliun, meningkat 1,91% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat sebesar US$ 33,17 miliar, meski turun 0,54%, dengan rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 2,42%.
Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,99 juta BTC, mendekati batas maksimum pasokan 21 juta BTC. Adapun fully diluted valuation (FDV) tercatat sebesar US$ 1,43 triliun, mencerminkan valuasi aset kripto tersebut jika seluruh pasokan maksimum telah beredar.
Pergerakan harga dalam satu hari terakhir menunjukkan tren pemulihan yang konsisten sejak sesi pagi, dengan Bitcoin berhasil bertahan di atas level psikologis US$ 68.000. Penguatan ini mencerminkan minat beli yang kembali meningkat meski aktivitas perdagangan relatif melemah, mengindikasikan sentimen pasar yang tetap positif terhadap aset kripto utama tersebut.

