Febrio Kacaribu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Diprediksi Tembus 5,45%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Jenderal Strategi dan Ekonomi Fiskal (Dirjen SEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengestimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,45% secara tahunan. Proyeksi tersebut didorong oleh perbaikan aktivitas manufaktur.
“Pembalikannya kuat ya [di kuartal IV-2025]. Aktivitas manufaktur membalik. Bahkan, sampai Januari lalu kelihatan bagus ya,” kata Febrio saat ditemui di kompleks parlemen, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Selain manufaktur, Febrio menyebut, pertumbuhan tersebut mempertimbangkan aktivitas penyaluran kredit perbankan yang mengalammi perbaikan. Pertumbuhan kredit yang sempat berada di level 7,5% secara tahunan pada Agustus 2025 meningkat menjadi 9,8% secara tahunan pada akhir 2025.
Menurutnya, capaian tersebut mendekati target awal pertumbuhan kredit sebesar 10% secara tahunan. “Jadi ini bagus untuk pembalikan,” ujarnya.
Febrio juga menilai konsumsi masyarakat pada kuartal IV-2025 tumbuh dengan baik, seiring membaiknya sentimen dan kepercayaan konsumen. Faktor ini turut diperkuat oleh berbagai stimulus yang diberikan pemerintah. “Ditambah dengan stimulus yang juga banyak,” kata Febrio.
Proyeksi Ekonom
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 berada di level 5,23% secara tahunan. Untuk keseluruhan tahun 2025, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai 5,07% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 sebesar 5,03% secara tahunan.
“Capaian ini diperkirakan menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal III-2022, ketika aktivitas ekonomi bangkit pascapembukaan kembali setelah pandemi,” kata Andry.
Baca Juga
BEI Perketat Aturan IPO Saham, Begini Perubahan Yang Disiapkan
Ekonom Bank Permata, Faisal Rachman, juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 sebesar 5,25% secara tahunan, dengan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 5,07% secara tahunan.
“Kinerja yang lebih kuat pada kuartal IV-2025 diperkirakan didorong oleh perbaikan permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sejalan dengan agenda pemerintah yang pro-pertumbuhan,” ujar Faisal.
Namun, Faisal menilai kontribusi ekspor neto terhadap pertumbuhan ekonomi berpotensi menurun. Hal ini mencerminkan penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat, lemahnya permintaan global dari China, serta peningkatan impor di tengah aktivitas domestik yang tetap solid.

