Airlangga Sebut IHSG Menghijau Karena 'Net Inflow' Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap sejumlah faktor yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan hari ini.
Airlangga menyebutkan, salah satu pendorong utama berasal dari arus dana asing yang kembali masuk ke pasar modal domestik. Ia mencatat, pada perdagangan sebelumnya terjadi net inflow asing lebih dari Rp 600 miliar.
“Dua minggu terakhir memang terjadi net outflow, tetapi kemarin sudah net inflow, dan pagi ini pasar masuk jalur hijau,” kata Airlangga saat konferensi pers Indonesia Economic Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026)
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp 12,8 T untuk Jaga daya Beli Periode Lebaran 2026
Sekadar informasi, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (3/2/2026), ditutup melesat sebanyak 124,49 poin (1,57%) menjadi 8.047. Rentang pergerakan 7.712-8.059 dengan nilai transaksi Rp 17,20 triliun.
Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan intraday IHSG yang sempat melorot lebih dari 2% pagi ini. Kenaikan indeks tersebut juga sejalan dengan lonpatan indeks sejumlah bursa saham Asia, seprti Nikkei dan Strait Times.
Penguatan pesat tersebut juga ditopang rebound jumbo sejumlah sektor saham, seprti sektor teknologi sebanyak 5,37%, material dasar melesat 4,91%, industry naik 3,27%, property naik 2,72%, transportasi 2,96%, energi naik 2,70%, dan keuangan naik 0,82%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur.
Selain sentimen aliran dana asing, lanjutnya, pemerintah juga tengah menyiapkan reformasi pasar modal untuk memperkuat struktur dan daya tarik investasi. Reformasi tersebut mencakup peningkatan likuiditas pasar modal dari kisaran 7,5%–10% menjadi 15%.
Baca Juga
IHSG Sesi I Akhirnya Ditutup Melesat 1,57%, Saham Konglo Dipimpin Prajogo dan Aguan Jadi Pendorong
Pemerintah juga memperketat ketentuan keterbukaan informasi dengan menurunkan batas kepemilikan pihak lain yang wajib diungkap dari 5% menjadi 1%, termasuk kewajiban pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO).
Lebih lanjut, Airlangga menuturkan, pemerintah membuka ruang yang lebih luas bagi dana pensiun untuk berinvestasi di pasar saham. Porsi investasi yang sebelumnya maksimal 10% kini dapat ditingkatkan hingga 20%, termasuk untuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Menurut Airlangga, dana tersebut diarahkan ke saham-saham dengan fundamental kuat, antara lain yang tergabung dalam indeks LQ45, sehingga diharapkan dapat menopang pergerakan IHSG ke depan.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh parah sebanyak 406,88 poin (4,88%) menjadi 7.922. Meski demikian, pemodal asing justru agresif memborong saham yang ditunjukkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 654,93 miliar di seluruh pasar, terbanyak saham BBCA senilai Rp 427,48 miliar.

