Kripto Kian Digemari, Triv Berniat IPO?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Platform perdagangan aset kripto PT Tiga Inti Utama (Triv) membuka peluang untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham. Aksi korporasi itu bakal dilakukan seiring dengan animo masyarakat dan institusi terhadap aset kripto.
“Tentu, rencana IPO itu pasti ada,” ujar CEO & Founder Triv Gabriel Rey di acara perayaan HUT ke-10 Triv di Topgolf Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Namun saat ditanya kapan rencana tersebut akan terealisasi, Rey biasa ia disapa masih enggan mengatakannya. “Dilihat saja momentumnya, saya tidak bisa kasih timeline,” katanya.
Ia mengatakan, rencana IPO menjadi salah satu opsi strategis jangka menengah hingga panjang perusahaan yang sudah beroperasional selama satu dekade itu, sejalan dengan upaya memperkuat tata kelola, transparansi, serta permodalan. Triv sendiri tercatat telah menerima investasi strategis besar dari MEXC Ventures pada Agustus 2025 dengan valuasi mencapai US$ 200 juta atau setara Rp 3,2 triliun. Investasi ini selaras dengan strategi global MEXC dalam mendukung dan mengembangkan proyek-proyek inovatif di sektor blockchain dan kripto, serta memanfaatkan potensi besar pasar aset digital yang tumbuh pesat di Asia Tenggara.
Rey menjelaskan, Triv saat ini fokus memperkuat operasional inti, pengembangan produk, serta peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, langkah menuju pasar modal membutuhkan kesiapan menyeluruh, termasuk sistem pelaporan keuangan, manajemen risiko, serta struktur organisasi yang sesuai dengan standar perusahaan terbuka.
Baca Juga
Triv Targets Crypto Transactions of Up to Rp 300 Trillion in 2026
Di sisi kinerja, Triv mencatat kontribusi signifikan terhadap industri kripto nasional. Sepanjang 2025, Triv disebut menyumbang sekitar 20–30% dari total volume transaksi kripto di Indonesia yang mencapai lebih dari Rp 480 triliun. Untuk 2026, Triv menargetkan volume transaksi di kisaran Rp 200–300 triliun.
Sejalan dengan itu, Triv membidik target pertumbuhan jumlah pengguna aset kripto secara moderat 30% per tahun. Triv bahkan memasang target optimistis kenaikan jumlah pengguna hingga 100% apabila pasar kripto memasuki fase bull market (tren penguatan dalam jangka waktu lama) pada 2026.
Hingga saat ini ekosistem Triv Group telah memiliki sekitar 5 juta pengguna terdaftar, baik dari platform Triv maupun Cryptowave.
Untuk merealisasikan target tersebut, menurut Rey, pihaknya telah melakukan ekspansi bisnis di ekosistem kripto. Ekspansi itu di antaranya menjalin kolaborasi dengan salah satu lini usaha yang bergerak di bidang lifestyle, yakni Ismaya Group. Triv juga merambah sektor kesehatan.
“Kemudian kami berinvestasi di Topgolf. Kami punakan terus berekspansi ke berbagai lini kesehatan lainnya. Jadi, saya merasa bahwa ekosistem kripto ini bukan lagi cuma sekadar tempat jual beli, but it has a lifestyle. Saya menargetkan biasanya bertumbuh," kata dia.
Sebagai informasi, di Indonesia baru ada satu emiten yang terkait kripto, yakni PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). COIN merupakan perusahaan holding yang melakukan investasi pada perusahaan anak yang bergerak dalam bidang bursa berjangka dan bursa aset kripto, yaitu PT Central Finansial X (CFX) dan jasa kustodian aset kripto, yaitu PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
Baca Juga
HUT Ke-10, Triv Komitmen Bangun Ekosistem Kripto Berkelanjutan di Indonesia
Di mana, harga saham COIN to the moon dari awal IPO di harga Rp 100 per saham pada 9 Juli 2025 dan per 16 Januari 2026 sudah di angka Rp 3.090 per saham. Bahkan di 9 Desember 2025 harga emiten terafiliasi Hashim Djojohadikusumo tersebut sempat menyentuh all time high di Rp 4.610 per saham.
Wacana IPO Triv juga sejalan dengan arah kebijakan regulator yang mendorong penguatan industri aset keuangan digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperketat tata kelola, permodalan, serta manajemen risiko pelaku usaha kripto, termasuk bursa, pedagang, kliring, dan kustodian.
Jika terealisasi, IPO Triv berpotensi menjadi tonggak penting bagi industri kripto nasional, sekaligus menambah alternatif emiten berbasis ekonomi digital di pasar modal Indonesia. Namun demikian, realisasi rencana tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar, stabilitas industri kripto global, serta kesiapan internal perusahaan.
Jumlah transaksi kripto menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2025 tercatat sebesar Rp 482,23 triliun. Sementara dari segi jumlah konsumen, per November tercatat ada 19,56 juta atau naik 2,5% dari periode bulan sebelumnya yang sebanyak 19,08 juta konsumen.

