CEO Triv Gabriel Rey: Kripto Bukan Jalan Pintas untuk Cepat Kaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan investor aset kripto di Indonesia telah mengalami lonjakan drastis hingga hampir menyentuh angka 20 juta orang. Namun, di tengah maraknya pemberitaan terkait dugaan kasus penipuan investasi yang menyeret sejumlah nama figur publik, muncul pertanyaan besar mengenai sejauh mana tingkat literasi masyarakat terhadap instrumen investasi digital ini.
CEO dan Founder Triv Gabriel Rey memberikan pandangannya terkait hal tersebut. Menurut Rey biasa ia disapa, tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap kripto sebenarnya sudah cukup mumpuni. Hal ini didukung oleh kemudahan akses informasi dan edukasi gratis yang disediakan oleh berbagai bursa (exchange) lokal maupun media khusus kripto, termasuk CryptoWave Media yang didirikan oleh Rey bersama rekannya, Goldwin.
“Kalau kita lihat jumlah investor kripto yang sudah menyentuh 20 juta, tentu literasi sebenarnya sudah sangat aware. Tinggal yang kurang itu adalah risk management-nya. Kadang orang tidak mau mengatur risk to reward ratio-nya, padahal ini sangat penting di dalam dunia investasi,” ujar Gabriel Rey saat ditemui dalam acara F.I.R.E Scholarship Press Conference 2026 di Glass House Habitate Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia hingga November 2025 mencapai 19,56 juta konsumen. Jumlah tersebut naik 2,5% dibandingkan posisi Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 19,08 juta investor.
Lebih lanjut, Rey menanggapi pandangan beberapa analis keuangan yang menyebut investor Indonesia lebih didorong oleh faktor FOMO (Fear of Missing Out) ketimbang literasi. Ia berpendapat bahwa status Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna kripto terbesar di Asia Tenggara membuktikan bahwa pemahaman dasar akan aset ini sudah meluas ke berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
Meski demikian, Rey menyoroti satu hambatan besar yang masih menghantui investor Gen Z, yakni pola pikir atau mindset ingin cepat kaya secara instan. Ia menegaskan bahwa kripto bukanlah jalan pintas menuju kemewahan tanpa proses. Banyak investor pemula yang terjun ke pasar dengan harapan mendapatkan keuntungan fantastis dalam waktu singkat tanpa mempertimbangkan risiko kehilangan modal.
“Mindset ingin cepat kaya tidak boleh ada di kripto. Saya selalu bilang, kalau melihat saya punya hypercar dan lain sebagainya, ini prosesnya tidak instan. Saya sudah 12 tahun di market. Tidak bisa tuh, beli Bitcoin sekarang, lalu bulan depan ingin beli McLaren. Itu contoh mindset yang salah,” tegasnya.
Baca Juga
Terkait pengaruh influencer yang kerap memamerkan gaya hidup mewah, Rey berpendapat bahwa keputusan investasi seharusnya kembali kepada kesadaran diri masing-masing individu. Ia menekankan bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas keputusannya sendiri dan memahami bahwa keberhasilan di dunia kripto membutuhkan waktu, konsistensi, dan manajemen risiko yang ketat.
"Jadi perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri, bahwa kalau kita berinvestasi di kripto, ini bukan jalan cepat kaya. Semuanya berproses, bos. Tidak ada instant way to reach," tegas Rey.

