Saham Timah (TINS) Melambung ke Level Tertinggi Baru di Atas Rp 4.000, Penguatan masih Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Timah Tbk (TINS) terus melaju hingga mencetak rekor baru sepanjang masa (all time high/ATH) ke level di atas Rp 4.000. Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan harga komoditas timah dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Tradingeconomics, harga timah mengalami kenaikan 3,25% menjadi US$ 49.528 per ton. Timah menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan harga paling pesat dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan selama sepekan mencapai 11,23% dan sebanyak 20,96% dalam sebulan terakhir. Adapun kenaikan harga dalam setahun terakhir sudah mencapai 66,36%.
Baca Juga
Dipimpin Timah (TINS) dan Antam (ANTM), Emiten MIND ID Menutup 2025 dengan Kinerja Kuat
Sejalan dengan kenaikan komoditas tersebut, saham TINS membukukan penguatan peast lebih dari 18% menjadi Rp 4.090 dalam sepakan terakhir. Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham TINS melesat 3,55% menjadi Rp 4.070, bahkan harga sempat sentuh level Rp 4.110 dan kenaikan harga dalam setahun terakhir telah lebih dari 275%.
Lalu, bagaimana prospek harga saham ke depan? Analis Samuel Sekuritas Fadlan Banny dan Juan Harahap dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa TINS bersiap memasuki fase pertumbuhan baru dengan peluang menjadi pemasok timah terbesar kedua di dunia, seiring langkah pemerintah menghentikan praktik penambangan timah ilegal di dalam negeri. Perseroan juga akan diuntungkan atas tetap tingginya harga timah di pasar global.
Baca Juga
Dana Terserap Habis Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) Hentikan Buyback Saham
Kebijakan pemerintah untuk menghentikan praktik penambangan timah illegal akan membuka jalan bagi peningkatan produksi perseroan yang signifikan , dari 14 ribu ton pada 2025 menjadi sekitar 80 ribu ton dalam jangka menengah atau setara dengan level produksi tahun 2019.
Dengan peluang pertumbuhan pesat tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TINS dengan target harga Rp 5.000. Saat ini saham TINS ditransaskikan dengan PE tahun 2026 sekitar 8,5 kali atau terdiskon 48%, dibandingkan valuasi rata-rata sektornya.

