Saham BREN hingga EMAS Dorong IHSG Bukukan ATH 9.038
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (14/1/2026), ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak 79,92 poin (0,89%) menjadi 9.028. Bahkan, indeks sempat sentuh 9.038 dengan nilai transaksi Rp 15,95 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti BREN naik 4,62% menjadi Rp 9.625, MORA naik 8,29% menjadi Rp 14.050, DSSA menguat 3,21% menjadi Rp 108.375, ANTM naik 5,41% menjadi Rp 4.090, TINS naik 5,46% menjadi Rp 3.860, EMAS naik 4,89% menjadi Rp 5.900, dan BUMI menguat 3,94% menjadi Rp 422.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Masuk Jendela Katalis Ganda MSCI–FTSE, Target Harga Direvisi Naik ke Rp 16.000
Kenaikan ini didukung penguatan seluruh sektor saham, seperti infrastruktur naik 2,64%, konsumer primer 2,37%, sektor industry 2,08%, sektor energi 1,61%, sektor material dasar 1,43%, sektor teknologi 1,07%.
Adapun saham dengan kenaikan paling pesat sepanjang sesi I, yaitu saham AYLS menguat 34,38% menjadi Rp 258, SOTS menguat Rp 980 (25%) menjadi Rp 5.025, INDS naik 25% menjadi Rp 555, SOHO naik 24,90% menjadi Rp 3.210, SSTM naik 24,89% menjadi Rp 2.960, dan BLUE menguat 24,56% menjadi Rp 4.260. Meski tak ARA, saham berikut melesat KOCI menguat 30,30% menjadi Rp 258.
Kemarin, IHSG berhasil rebound lebih dari 63 poin (0,72%) menjadi 8.948 dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 1,98 triliun. Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu MSIN Rp 684,96 miliar, INCO senilai Rp 282,95 miliar, dan ASII mencapai Rp 229,37 miliar.
Baca Juga
Setelah Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Pemerintah Siapkan Ekspansi ke Dumai
Penguatan indeks ditopang saham nikel dengan sektor saham penopang utama, yaitu sektor material dasar 2,67%, sektor industry 2,12%, sektor property 1,77%, sektor keuangan 0,30%, dan sektor kesehatan 0,75%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, teknologi, dan transportasi.
Adapun saham yang catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SOLA naik 34,62% menjadi Rp 175, ASPR sebanyak 34,31% menjadi Rp 137, saham IFSH naik 25% menjadi Rp 2.100, SOTS melesat 24,84% menjadi Rp 4.020, INDS naik 24,72% menjadi Rp 444, dan SOHO naik 24,76% menjadi Rp 2.580. Kenaikan juga melanda saham NICK lebih dari 23,46% menjadi Rp 1.515.

