Harga Emas Bisa Kembali Menguat ke US$ 4.534, Akibat Krisis Venezuela
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas diprediksi menguat ke area resistance US$ 4.534 dalam jangka menengah, salah satunya didorong faktor geopolitik yakni ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Riset ICDX menunjukkan, level support terdekat untuk harga emas secara teknikal berada di kisaran US$ 4.293 - US$ 4.255, sedangkan resistance terdekat terletak di US$ 4.386 - US$ 4.441.
“Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di US$ 4.162,” bunyi riset yang dipublikasikan pada Senin (5/1/2026) tersebut.
Sementara pada awal sesi perdagangan hari ini, harga emas sudah naik ke level US$ 4.356 per troy ons, seiring meningkatnya permintaan aset aman, menyusul eskalasi tajam hubungan Amerika Serikat dan Venezuela.
Sentimen pasar memburuk setelah otoritas AS mengkonfirmasi penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer di Caracas akhir pekan lalu.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik Rp 27.000 Imbas Ketegangan AS–Venezuela
Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana pengambilalihan pemerintahan Venezuela dan keterlibatan perusahaan minyak besar AS, turut meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan risiko kawasan Amerika Latin.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, meskipun produksinya telah tertekan akibat sanksi dan minimnya investasi.
Aksi AS menuai kecaman internasional, termasuk dari China dan Uni Afrika yang menilai langkah tersebut melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional.
Di sisi domestik, pejabat tinggi Venezuela menegaskan pemerintahan tetap solid di bawah kepemimpinan sementara Delcy Rodriguez. Sedangkan proses hukum Maduro dijadwalkan berlangsung di New York.
“Ketidakpastian lanjutan ini menjaga minat investor terhadap emas sebagai lindung nilai risiko geopolitik dan volatilitas pasar energi,” tulis ICDX dalam riset terbarunya.
Dari sisi fundamental, reli emas juga ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada paruh kedua 2026, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral global, serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
ICDX memandang, fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada data tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls) dan inflasi PCE yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan berikutnya.

