OJK Soroti Kinerja LQ45 yang Belum Sejalan dengan Penguatan IHSG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan, kinerja indeks saham LQ45 belum sepenuhnya sejalan dengan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)
“indeks LQ45 yang berisi saham-saham perusahaan terbesar dan menjadi rujukan investasi fund manager global maupun domestik hanya tumbuh 2,41% jauh di bawah kenaikan IHSG,” kata Mahendra dalam sambutannya di Pembukaan Perdagangan BEI 2025 di Jakarta, Jumat, (2/1/2026).
Mahendra menjelaskan, IHSG mencatat kinerja positif sepanjang 2025. “Penutupan tanggal 30 Desember yang lalu. Antara lain, penutupan IHSG berada di level 8.646,94 atau menguat 22,13% sepanjang tahun 2025,” imbuhnya.
Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat ruang untuk peningkatan kualitas dan pendalaman pasar modal nasional.
Baca Juga
BEI Evaluasi Indeks LQ45 Periode November 2025, BUMI dan DSSA Mendominasi
“Namun demikian, kita juga melihat bahwa masih banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan,” ucap Mahendra.
Memasuki awal tahun 2026, IHSG kembali menunjukkan penguatan. Pada pembukaan perdagangan perdana tahun 2026, Jumat (2/1/2026), IHSG menguat 23,26 poin atau 0,27% ke level 8.670,20. Penguatan ini menandai awal tahun yang positif seiring dominasi saham-saham yang bergerak di zona hijau.
Baca Juga
Rotations Back to Fundamentals as Investors Return to LQ45 Stocks
Merujuk data perdagangan BEI, pada awal pembukaan volume transaksi tercatat mencapai 1,97 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,05 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 157.768 kali transaksi. Sebanyak 317 saham tercatat menguat, sementara 196 saham melemah dan 179 saham bergerak stagnan.

