IHSG Berpotensi 10.000 pada Akhir 2026, Ini Hitungannya Versi Purbaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis dengan melejitnya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir 2026. Dia memproyeksikan IHSG tembus level 10.000 pada akhir 2026.
"Tahun depan (2026) di level 10.000 lebih. Akhir tahun depan (2026) di level 10.000 lebih," kata Purbaya, saat konferensi pers tutup tahun, dikutip Jumat (2/1/2026).
Purbaya beralasan IHSG yang melonjak ini karena semakin padunya kebijakan fiskal dan moneter. "Dengan kebijakan yang semakin sinkron dan ekonomi yang semakin bagus, harusnya (IHSG) naik lebih cepat," kata dia.
Baca Juga
Purbaya mengatakan seharusnya IHSG pada akhir 2025 dapat ditutup di posisi 9.000. Namun, akibat desain ekonomi yang tak sesuai harapannya, IHSG hanya ditutup di level 8.646,93. "Kalau kemarin desainnya sesuai desain saya, sekarang sudah 9.000, tetapi kan itu (beda) sedikit," ujar dia.
Rencananya, Purbaya akan menghadiri pembukaan perdagangan perdana IHSG di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada Jumat (2/1/2025).
IHSG naik 22% sepanjang 2025 dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high (ATH) sebanyak 24 kali.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman menjelaskan, IHSG mencetak ATH terakhir di level 8.710,69 pada Senin (8/12/2025). Kapitalisasi pasar IHSG saat itu menembus level Rp 16.000 triliun
Baca Juga
IHSG Menguat 22,13% Selama 2025, Alami 24 Kali 'All Time High'
"All time high kita tercapai di 8 Desember 2025 dengan nilai 8.711, market cap tembus Rp 16.000 triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini, ada 24 kali," kata Iman, saat penutupan perdagangan BEI 2025 di gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12).
Pada penutupan perdagangan akhir tahun ini, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.810 triliun. BEl juga mencatat, total investor pasar modal telah menembus 20 juta.

