Kinerja FTTH Moncer, Samuel Sekuritas Pertahankan Rekomendasi Beli Saham Surge (WIFI)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge mencatatkan pertumbuhan tetap kuat pada kuartal III 2025 didorong pertumbuhan pesat bisnis fixed broadband berbasis fiber to the home (FTTH). Total pendapatan Rp 501 miliar pada kuartal III-2025 atau melonjak 77,9% secara kuartalan dan 155,9% secara tahunan.
Dipicu lompatan kinerja tersebut, Samuel Sekuritas memilih untuk mempertahankan rekomendasi beli saham Surge (WIFI) dengan target harga Rp 5.200. Dengan harga penutupan Rp 3.470 kemarin, potensi kenaikan harga saham WIFI mencapai 50%.
Baca Juga
Moratelindo (MORA) dan MyRepublic Indonesia Sepakat Merger, Perkuat Ekosistem Digital Nasional
Analis Samuel Sekuritas Jason Sebastian dan Jonathan Guyadi mengatakan, lonjakan kinerja tersebut ditopang penambahan sekitar 400 ribu pelanggan baru layanan fixed broadband terjangkau “Starlite”. Dengan tambahan tersebut, total pelanggan WIFI bertambah menjadi 800 ribu hingga September 2025, dibandingkan 400 ribu pada semester I 2025 dengan total home-passes sebanyak 1,5 juta.
Secara kumulatif, pendapatan perseroan Januari-September 2025 mencapai Rp 1,0 triliun atau tumbuh 101% secara tahunan. Capaian ini setara 74,4% dari estimasi revisi kinerja tahun buku 2025 dan 61,8% dari konsensus pasar.
Terkait kinerja operasiona, Samuel Sekuritas memperkirakan peningkatan menjadi 1,3 juta pelanggan sampai akhir 2025 dengan potensi pendapatan mendekati Rp 1,4 triliun atau tumbuh 103% secara tahunan. Adapun tahun 2026, pendapatan diperkirakan melonjak 177,5% menjadi Rp 3,8 triliun, seiring target 2,5 juta pelanggan “Starlite” serta peluncuran layanan “Internet Rakyat” berbasis fixed wireless access (FWA) dengan tarif sekitar Rp 100 ribu per bulan hingga kecepatan 100 Mbps.
Baca Juga
Surge (WIFI) dan OREX SAI Luncurkan Layanan 5G FWA 1.4GHz Pertama di Dunia, Tarif Murah
Sedangkan dari sisi profitabilitas, margin WIFI di kuartal III-2025 tertekan akibat sejumlah biaya satu kali, seperti akuisisi kantor baru serta biaya profesional terkait aksi korporasi. Margin EBITDA turun menjadi 50,3% dari 77,4% pada kuartal sebelumnya, sementara bisnis iklan digital mencatat EBITDA negatif sebesar Rp 75 miliar. Perseroan juga mencatat lonjakan beban umum dan administrasi, beban bunga, serta biaya hukum dan pajak sebesar Rp 35 miliar.
Meski demikian, laba bersih di kuartal III-2025 tetap tercatat Rp 32,2 miliar, sejalan dengan estimasi revisi dan di atas konsensus pasar. “Ke depan, margin diperkirakan kembali pulih pada kuartal IV 2025, seiring normalisasi operasional,” terangnya.
Ekspansi Besar
Potensi lompatan kinerja keuangan dan saham WIFI didukung sejumlah ekspansi besar, termasuk peluncuran layanan 5G FWA setelah memperoleh spektrum di Wilayah 1 (Jawa, Papua, dan Maluku).
Layanan ini ditargetkan mulai bergulir pada Januari 2026 dengan sasaran sekitar 5 juta pelanggan pada 2026. Angka ini diharapkan berkontribusi Rp 904 miliar terhadap EBITDA dan Rp 356 miliar terhadp laba bersih.
Baca Juga
Wamenkomdigi Puji Langkah WIFI Hadirkan Teknologi 5G FWA Berbasis Open RAN Pertama di Dunia
Dalam segmen FTTH, perseroan menargetkan 5 juta home-passes dan 3 juta home-connects dengan tingkat penetrasi sekitar 60%. Target ini didukung pembangunan tambahan sekitar 2.000 km backbone di Sumatra mulai kuartal I-2026.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas mempertahankan prospek jangka menengah saham Surge (WIFI) didukung oleh ekspansi bisnis FWA, fleksibilitas keuangan yang membaik, serta besarnya potensi pasar fixed broadband di segmen rumah tangga berpenghasilan rendah.

