Pegiat Kripto Sulianto Indria Putra Ungkap Pergerakan Pasar Kripto Dipengaruhi oleh Banyak Faktor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pegiat Kripto Sulianto Indria Putra yang akrab disapa Suli membagikan tips dan pengalamannya dalam investasi kripto di acara Investortrust Goes To Campus bertajuk Kripto Untuk Mahasiswa: "Melek Ilmu Cuan Mengalir" di Binus University, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Suli mengungkapkan, pergerakan pasar kripto tidak pernah ditentukan oleh satu faktor tunggal. Menurut Suli, dinamika harga Bitcoin dan aset digital lainnya merupakan hasil dari berbagai variabel ekonomi global yang saling berkaitan.
"Jadi Bitcoin naik itu bukan gara-gara satu faktor saja. Banyak sekali faktornya," ujar Suli.
Baca Juga
Suli mencontohkan bagaimana People'sBank of China (POBC) mampu menggerakkan harga emas dunia hingga naik 50% hanya melalui aktivitas pembelian besar-besaran. Hal ini menggambarkan bahwa pasar global selalu digerakkan oleh berbagai kekuatan, bukan satu penyebab saja.
"Jadi kalau dicek tuh faktornya banyak. Dan kalian bisa cek di Google. Namanya itu NFCI," kata Suli.
Suli menjelaskan, indikator seperti National Financial Condition Index (NFCI) memiliki korelasi kuat terhadap pasar kripto. NFCI atau Indeks Kondisi Keuangan Nasional, yang diterbitkan oleh Federal Reserve Bank of Chicago, adalah indikator ekonomi makro yang mengukur kondisi keuangan secara keseluruhan di Amerika Serikat.
Baca Juga
Kalender Kripto Desember! Jangan Ketinggalan Tanggal-tanggal Penting Berikut Ini
"National Financial Condition Index sekarang itu di minus 0,53. Kalau saya nggak salah ya. Coba bisa dicek deh. Angka ini, setiap kali NFCI ini turun 0,1%, Bitcoin naik 10-15%. Jadi cara mainnya tuh seperti gitu," ungkap Suli.
Lebih lanjut, Suli juga menyoroti kebijakan suku bunga The Fed sebagai katalis penting. Rate cut memang cenderung bullish, namun efeknya tidak terjadi secara instan. Dengan probabilitas 87,5% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, investor perlu memahami bahwa sentimen pasar terbentuk dari proses, bukan titik keputusan tunggal.
"Kalau nggak salah angka ini 87,5%. Jadi hampir bisa dipastikan lah buat bulan ini rate cut. Tapi apakah tanggal 10 ini rate cut langsung bullish kayak gitu?. Nggak jawabannya. Karena ini kan lagi efek kan. Ini harus tunggu gitu," jelas Suli.

