CEO Remiges Sebut Indonesia Punya Potensi Samai Pasar Modal India, Kenapa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - CEO Remiges Technologies, Shuvam Mishra, menegaskan pasar modal Indonesia memiliki potensi besar untuk menyamai perkembangan pasar modal India. Menurutnya, kunci percepatan ada pada kombinasi regulasi yang kuat, teknologi yang adaptif, dan perluasan edukasi investor.
Berbicara dalam Investortrust Capital Market Forum 2025, Shuvam menekankan bahwa berbagai kasus fraud yang mencuat akhir-akhir ini tidak disebabkan oleh kelemahan sistem inti pasar modal. “Tidak ada satu pun kasus itu yang dilakukan dengan menembus sistem IDX atau OJK,” kata di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Meski begitu, Shuvam menjelaskan bahwa penyelesaian persoalan di pasar modal tidak cukup hanya mengandalkan perangkat lunak. Ia mencontohkan pengalaman India yang mengandalkan solusi berlapis antara regulator, bursa, broker, dan pelaku pasar.
Salah satu praktik penting yang ia tekankan adalah pengawasan ketat margin trading, di mana broker tidak dapat menjalankan transaksi tanpa jaminan dana memadai dari investor. Mekanisme inilah yang menjadi lapisan perlindungan penting bagi pasar.
Baca Juga
Dubes India Sebut Indonesia Bisa Adopsi Model 225 Juta Investor Ritel India
Di sisi lain, Shuvam ikut menyoroti aspek teknologi yang berperan besar dalam pengawasan transaksi berkecepatan tinggi. Volume perdagangan kini meningkat drastis dibanding dua dekade lalu, sehingga pemantauan risiko harus berlangsung hampir seketika.
“Saat ini kita berbicara mungkin 50.000 transaksi per detik di pasar spot, dan derivatif bisa 20 sampai 50 kali lebih besar,” ujarnya. Dengan beban sebesar itu, sistem harus mampu menghitung ulang eksposur setelah setiap transaksi untuk memastikan kepatuhan.
Selain regulasi dan teknologi, Shuvam menilai edukasi investor sebagai pilar penting lain yang perlu diperkuat. Teknologi, disebutnya, dapat membantu memperluas literasi keuangan hingga ke daerah yang sulit dijangkau, sehingga mendorong peningkatan kualitas investor ritel.
Shuvam pun melihat banyak kesamaan antara perjalanan pasar modal Indonesia dan India, termasuk pola fraud yang umumnya memanfaatkan celah regulasi, bukan kelemahan teknis. Dengan dinamika pertumbuhan yang terus meningkat, ia optimistis terhadap masa depan pasar Indonesia.
“Indonesia punya 100% potensi untuk mencapai skala yang sama dengan India, dan kami siap bekerja bersama menuju ke sana,” tutupnya.

