Sarana Menara (TOWR) Bagikan Dividen Interim Rp 400 Miliar, Intip Jadwal Berikut
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp 400 miliar. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 6,87 per saham.
TOWR dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/12/2025), menyebutkan bahwa pembagian dividen ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah meperoleh persetujuan dewan komisaris pada 1 Desember 2025.
Baca Juga
Prabowo Pastikan Segera Perbaiki Jembatan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tenggara
Manajemen TOWR menambahkan bahwa seluruh dividen akan dibagikan secara tunai kepada pemegang saham. Pembayaran dividen interim akan dilaksanakan pada 23 Desember 2025. Cum dividen di pasar regular akan digelar pada 9 Desember dan di pasar tunai akan dilaksanakan pada 11 Desember 2025.
Keputusan pembagian dividen interim ini merujuk pada kinerja keuangan perseroan hingga 30 September 2025, yaitu laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk Rp 2,55 triliun. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 20,88 triliun dan total ekuitas Rp 26,32 triliun.
Sebelumnya, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga Rp 920 per saham. Target harga tersebut mencerminkan valuasi 2026 pada PE sebanyak 12,9 kali dan EV/EBITDA sebanyak 12,9 kali. Saham TOWR menjadi top pick di sektor menara telekomunikasi, ditopang pertumbuhan kuat bisnis non-menara yang diperkirakan mencatat CAGR 7% dan berkontribusi hingga 48% terhadap total pendapatan dalam sepuluh tahun ke depan.
Baca Juga
Didukung Bisnis Non-Menara, Saham Sarana Menara (TOWR) Direkomendasikan Ini
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo sebelumnya menyebutkan bahwa TOWR menambah portofolio menara menjadi 36.049 unit pada kuartal III-2025, bertambah 678 unit yoy dan 224 unit dari kuartal ke kuartal. Sementara itu, jumlah tenant meningkat moderat menjadi 58.213 tenant, bertambah 48 yoy dan 55 qoq.
Laju ekspansi menara yang lebih cepat dibanding pertumbuhan tenant membuat rasio tenancy turun ke 1,61x dari 1,64x pada 3Q24 dan 1,62x pada 2Q25. Aktivitas penambahan tenant yang terbatas serta minimnya penyesuaian harga pada 2024 membuat pendapatan menara per tenant per bulan stagnan di Rp 12,1 juta atau turun 4% yoy dan flat secara qoq.

