Superbank (SUPA) Gelar IPO Saham, Simak Penggunaan Dana dan Kebijakan Dividen Berikut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank berkomitmen untuk membagikan dividen sebanyak-banyaknya 85% dari laba bersih tahun berjalan setelah resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembagian dividen bisa dilakukan setelah saldo laba positif.
Manajemen melalui prospectus IPO saham SUPA menyebutkan bahwa jumlah pembayaran dividen akan bergantung pada sejumlah faktor, seperti pencapaian kinerja keuangan bank, tingkat rasio KPMM, tingkat Kesehatan Bank, kondisi keuangan Bank, ekspektasi pertumbuhan laba, dan kebutuhan permodalan Bank di masa depan.
Baca Juga
Superbank (SUPA) Bidik Dana IPO Saham Rp 3,06 Triliun, Emtek dan Grab Dibelakangnya
Rencana pengembangan dan/atau pertumbuhan strategi bank. Besaran dividen juga akan diberikan dengan mempertimbangkan keberlanjutan usaha Bank, kondisi pasar dan perekonomian, kepentingan pemegang saham, dan ketaatan pada peraturan yang berlaku.
Superbank (SUPA) saat ini tengah memulai rangkaian penawaran awal (book building) IPO pada 25 November 2025. Calon emiten berkode saham SUPA tersebut menawarkan saham pada kisaran harga Rp 525–Rp 695 per saham.
Superbank akan melepas sebanyak 4.406.612.300 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran tersebut, perseroan berpotensi meraih dana hingga Rp 3,06 triliun dari aksi korporasi ini.
Manajemen Superbank menjelaskan bahwa sekitar 70% dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja melalui penyaluran kredit. Sementara 30% sisanya dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pengembangan produk dan teknologi informasi guna mendukung pertumbuhan usaha perseroan.
Baca Juga
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed Dorong Harga Emas Naik
Aksi IPO Superbank ditangani oleh empat penjamin pelaksana emisi, yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas. Masa book building berlangsung hingga 1 Desember 2025, dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 10–15 Desember 2025.
Setelah pelaksanaan IPO, struktur pemegang saham perseroan akan mencakup anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yakni PT Elang Media Visitama, serta Grab Holdings PT Kudo Teknologi Indonesia, A5–DB Holdings, GXS Bank, KakaoBank, dan Singtel Alpha Investments. Emtek dan Grab tercatat sebagai pemegang saham terbanyak.
Terkait penggunaan dana hasil IPO saham, perseroan mengalokasikan sekitar 70% untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit Perseroan. Sisanya, sekitar 30% dialokasikan untuk belanja modal perseroan yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2026 hingga 5 tahun ke depan guna pengembangan produk perseroan.
Baca Juga
Sejumlah pengembangan produk yang disiapkan adalah pembiayaan, dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi retail dan UMKM guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan didukung oleh pengembangan teknologi informasi (IT) yang saling melengkapi, melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, AI & Data Analytics, serta peningkatan cybersecurity untuk membangun fondasi digital yang kuat, aman, dan efisien.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan, SUPA mencatatkan kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp 904,49 miliar hingga semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 268,15 miliar. Kenaikan membuat perseroan mencatatkan laba Rp 20,50 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 135,43 miliar.

