Sekuritas Ini Patok Target Harga Saham Dharma Polimetal (DRMA) Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menyampaikan sejumlah poin penting dalam paparan kinerja kuartal III-2025. Di antaranya penjelasan rinci terkait akuisisi Mah Sing, produsen komponen plastik yang berfokus pada segmen roda empat (4W).
Mandiri Sekuritas dalam riset harian menyebutkan bahwa perseroan juga telah mengakuisisi aset di Cikarang untuk memperluas kapasitas produksi Battery Energy Storage System (BESS), sejalan dengan strategi ekspansi di industri komponen kendaraan listrik.
Baca Juga
BUMI dan BRMS Bawa Reli Saham Grup Bakrie hingga Peluang Revaluasi Harga
Perseroan juga mengungkap target pertumbuhan pendapatan sebanyak 8–10% pada 2026 dengan proyeksi margin laba bersih minimal 10%. Dengan sejumlah poin penting tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham DRMA dengan target harga Rp 1.300.
Dharma Polimetal (DRMA) melalui penjelasan resminya beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa akuisisi Mah Sing bertujuan untuk meningkatkan pendapatan serta penambahan portofolio produk, khususnya pada komponen plastik untuk kendaraan roda empat (4W).
Finalisasi dokumentasi dan proses legal akuisisi Mah Sing Indonesia tengah berlangsung. Akuisisi ini diharapkan berimbas terhadap peningkatan pendapatan serta penambahan portofolio produk, khususnya pada komponen plastik untuk kendaraan roda empat (4W).
Baca Juga
Usai Umumkan Kenaikan Kinerja, Dharma Polimetal (DRMA) akan Akuisisi Perusaahan Komponen Ini
Terkait kinerja keuangan, DMRA torehan kenaikan laba bersih periode berjalan dari Rp 420,98 miliar menjadi Rp 428,10 miliar hingga September 2025. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan dari Rp 4,02 triliun menjadi Rp 4,39 triliun.
Laba usaha menguat dari Rp 548,49 miliar menjadi Rp 558,04 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 412,07 miliar menjadi Rp 419,87 miliar. Laba bersih per saham juga naik dari Rp 88 menjadi Rp 89 per saham.

