KISI Optimistis Optimistis Pasar Saham Lanjut Bullish di 2026, Sektor Ini Jadi Pilihan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level 8.500 hingga akhir 2025. Tren penguatan diproyeksikan berlanjut hingga tahun depan. Kenaikan tersebut didukung stabilitas ekonomi nasional bersamaan dengan fundamental pasar yang solid.
Presiden Direktur KISI, Kyoung Hun Nam mengatakan, meskipun pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih berfluktuasi, secara umum kondisi pasar diprediksi tetap terjaga hingga akhir tahun.
“Saya percaya sampai akhir tahun ini kondisi pasar akan sama dengan situasi sekarang, mencapai sekitar level 8.500 untuk target akhir tahun,” ujarnya saat menjawab pertanyaan investortrust.id di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga
Bisa Tembus Level 9.000? Ini Syarat IHSG untuk Tutup Tahun dengan Rekor Baru
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi II perdagangan Kamis (13/11/2025), IHSG melemah tipis 15,79 poin atau 0,19% ke posisi 8.372,76.
Sementara itu, Chief Financial Officer (CFO) KISI Zayyidah Ahsanti memproyeksikan bahwa tren positif pasar saham akan berlanjut pada 2026. Ia menilai fundamental ekonomi domestik yang kuat, likuiditas tinggi di sektor keuangan, serta tren suku bunga rendah akan menopang kinerja pasar modal.
“Kami optimistis pada 2026, pasar saham Indonesia akan melanjutkan fase bullish dengan dukungan fundamental ekonomi domestik yang kuat, tren suku bunga rendah, serta pemulihan kondisi masyarakat,” jelasnya.
Zayyidah menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 mencapai 5,04%, mencerminkan stabilitas di tengah ketidakpastian global. Stabilitas ini menjadi fondasi kuat bagi prospek pasar modal Indonesia tahun depan.
Baca Juga
KISI Luncurkan Fitur IPO Saham di Aplikasi iKISI, Investor Bisa Langsung Pesan
Ia juga menyoroti meningkatnya minat investor asing terhadap aset di pasar negara berkembang sebagai katalis tambahan bagi penguatan bursa domestik. “Likuiditas sektor keuangan yang melimpah, membaiknya hubungan global, dan meningkatnya minat investor asing akan menjadi faktor pendorong utama pasar saham Indonesia di 2026,” pungkasnya.
Berdasarkan riset internal KISI, sektor perbankan, konsumsi, infrastruktur, dan teknologi diperkirakan menjadi motor penggerak pasar tahun depan. Meski demikian, sejumlah risiko seperti geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan potensi perlambatan ekonomi global tetap perlu diwaspadai investor.

