Barito Renewables (BREN) Tak Tertarik Investasi Waste to Energy
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih memfokuskan pengembangan energi terbarukan energi panas bumi (geothermal) dan energi angin (wind). Meskipun Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah membuka pengembangan proyek pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy).
Direktur Utama PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Hendra Soetjipto Tan menyebutkan bahwa pengembangan proyek pengelolaan sampah menjadi energi berada di ranah BPI Danantara. Sementara itu, BREN tetap fokus pada pengembangan energi terbarukan yang menjadi kompetensinya.
Baca Juga
Barito Pacific (BRPT) Catat Lonjakan Laba 2.882%, Transformasi Bisnis Berbuah Manis
“Termasuk Danantara, saya rasa mungkin lebih tepat ditanyakan ke pihak Danantara. Cuma kalau kita, tetap fokus untuk nemambah renewable energy,” ujar Hendra dalam paparan publik BREN secara daring, Selasa (11/11/2025).
BREN, menurut dia, memusatkan perhatian pada pengembangan energi panas bumi (geothermal) dan energi angin (wind). Potensi pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia disebutnya masih sangat besar sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
“Dari sekarang sampai 2034, di geothermal itu ada tambahan kapasitas 5.200 megawatt (MW). Pembangkit tenaga angin itu 7.000 MW. Jadi tentu kita akan terus membantu program pemerintah tersebut,” jelasnya.
Baca Juga
BREN dan BRMS Masuk MSCI Global Standard, Minat Investor Asing Diprediksi Meningkat
Saat ini, BREN memiliki kapasitas sekitar 1.900 MW pembangkit panas bumi. Ke depan, perseroan membuka peluang diversifikasi ke sektor energi terbarukan lain selama proyek tersebut memberikan prospek pengembangan yang baik dan imbal hasil ekonomi yang menarik.
“Tentu saja kita tidak akan tertutup kemudian menambah portofolio di luar yang sudah ada. Jadi kita akan terus mencari potensi-potensi baik di geothermal maupun wind dapat dikembangkan secara baik dan memberikan return ekonomi yang baik ke depan,” kata Hendra.
Baca Juga
Sebelumnya, Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir mengungkapkan tingginya minat investor terhadap proyek waste to energy. Lebih dari 100 perusahaan, baik dalam maupun luar negeri, telah menyatakan minat dan tergabung dalam 70 konsorsium.
Proyek waste to energy tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp 91 triliun dan akan dilaksanakan di 33 kota di seluruh Indonesia. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan di 10 kota besar, seperti Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar.

