RUPSLB Besok, Garuda (GIAA) Ungkap Skema Suntikan Dana Rp 23,67 Triliun dari Danantara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menggelar penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan target perolehan dana Rp 23,67 triliun. Sebagian besar dana akan digunakan untuk peningkatan modal pada anak usahanya, PT Citilink Indonesia.
Manajemen GIAA dalam prospektus ringkas menyebutkan dana senilai Rp 23,67 triliun berasal dari setoran modal tunai senilai Rp 17,02 triliun dari PT Danantara Asset Management (DAM) dan sisanya dari konversi pinjaman pemegang saham DAM menjadi saham baru senilai Rp 6,65 triliun. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 315,61 miliar saham GIAA dengan harga pelaksanaan Rp 75 per saham atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Baca Juga
BEI Unsuspensi Saham KOKA dan FPNI, Penguatan Bakal Berlanjut?
Aksi tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada RUPSLB yang bakal digelar besok, 12 November 2025. Private placement tersebut akan memperbaiki rasio keuangan GIAA, di antaranya rasio lancar yang diproyeksikan meningkat menjadi 1,22 kali dibandingkan sebelum pelaksanaan 0,44 kali. Rasio utang terhadap aset diproyeksikan membaik dari 123% menjadi 101%, begitu juga dengan DER yang akan membaik.
Terkait penggunaan dana ini, GIAA melalui prospektusnya menjelaskan bahwa sebanyak 37% akan dialokasikan untuk modal kerja dan operasional perseroan, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat. Biaya perawatan dan perbaikan pesawat sebesar US$ 111,34 juta serta Rp 6,88 triliun untuk penambahan modal tunai bagi pesawat tertentu yang jatuh tempo periode 2025/2026. Perawatan dan perbaikan pesawat akan dilakukan oleh GMFI.
Garuda Indonesia (GIAA) juga mengalokasikan 63% dana private placement atau setara Rp 14,96 triliun untuk peningkatan modal kepada Citilink, melalui konversi pinjaman pemegang saham menjadi modal serta setoran modal tunai. Fokus restrukturisasi Citilink dilakukan untuk menghindari risiko strategis dan dampak sosial terhadap masyarakat.
Baca Juga
Garuda (GIAA) Rombak Pengurus, Glenny H Kairupan Jadi Dirut Menggantikan Wamildan
Peningkatan modal Citilink ditargetkan terlaksana pada Desember 2025, dengan rincian: Rp 11,23 triliun untuk pembiayaan modal kerja dan operasional Citilink, Rp 3,73 triliun untuk pembayaran seluruh utang pokok pembelian bahan bakar pesawat Citilink kepada Pertamina sebesar US$ 225 juta, serta Rp 6,40 triliun atau US$ 386 juta untuk injeksi modal guna maintenance dan restorasi pesawat Citilink, termasuk airframe, engine, APU, dan landing gear.
Terkait kinerja keuangan, GIAA membukukan penurunan pendapatan menjadi US$ 2,39 miliar hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2,56 miliar. Penurunan tersebut memicu rugi periode berjalan meningkat dari US$ 129,61 juta menjadi US$ 180,77 juta.

