Indonesia Kendaraan (IPPC) Kian Kokoh di Industri Logistik, Sahamnya Menggiurkan!
JAKARTA, investortrust.id – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) diprediksi berlanjutnya pertumbuhan bisnis, seiring peningkatan aktivitas perdagangan dan akselerasi ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Potensi pertumbuhan tersebut ditunjukkan keberhasilan dalam mencatatkan kinerja keuangan solid hingga kuartal III-2025.
Berdasarkan data kinerja keuangan IPCC hingga kuartal III-2025, laba bersih senilai Rp 190,29 miliar atau meningkat 28,55%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut turut mendorong laba per saham melesat menjadi Rp 104,65 dari sebelumnya Rp 81,40. Kenaikan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebanyak 12,74% menjadi Rp 660,24 miliar hingga akhir September 2025.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Pullback Hari Ini , Tiga Saham Dipimpin WIFI Direkomendasikan Beli
Analis Phillip Sekuritas Edo Ardiansyah mengatakan, penyumbang terbesar pendapatan berasal dari layanan terminal senilai Rp 591,13 miliar, disusul jasa penanganan kargo dan layanan bisnis lainnya. Perseroan juga menjaga struktur neraca tetap kuat dengan total aset Rp 1,92 triliun, liabilitas Rp 586,72 miliar, dan ekuitas Rp 1,34 triliun.
IPCC, terang dia, menguasai 79,26% pangsa pasar CBU nasional dan tengah memperluas peran dari operator terminal menjadi integrator logistik otomotif. “Strategi ini dilakukan melalui kemitraan dengan produsen kendaraan, seperti Suzuki dan BYD, serta pengembangan layanan vertikal termasuk Pre-Delivery Center (PDC). Langkah tersebut diharapkan memberikan ekspansi margin serta mengurangi ketergantungan pada volume throughput tradisional,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Selain itu, dia mengatakan, perseroan juga didukung barrier to entry yang tinggi di pelabuhan BUMN serta efisiensi operasional. Saham perseroan juga menarik didukung rasio dividen atau dividend payout ratio (DPR) tinggi mencapai 80% dengan potensi peningkatan nilai bagi pemegang saham.
Baca Juga
Wall Street Melejit Terdongkrak Optimisme Akhir Shutdown, Dow Melonjak Hampir 400 Poin
Dari sisi bisnis, Edo mengatakan, pertumbuhan bisnis IPCC diprediksi berlanjut, seiring peningkatan aktivitas perdagangan dan akselerasi ekosistem EV di Indonesia. Pendapatan diperkirakan mencapai Rp 872 miliar tahun 2025 dan kembali lanjutkan kenaikan menjadi Rp 929 miliar pada 2026. Laba bersih 2026 diproyeksikan mencapai Rp 247 miliar dengan ROE 17,7%. Dengan payout ratio 83%, IPCC bisa menawarkan dividend yield sekitar 6,9%.
Didukung sejumlah faktor tersebut, Phillip Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham IPCC dengan target harga Rp 1.600 per saham. Target tersebut menyiratkan potensi kenaikan 33,8% dan mencerminkan P/E tahun 2026 sekitar 11,8x, PBV 2,1x, dan EV/EBITDA 8,1x.

