Laba Naik 34,45%, Trisula International (TRIS) Catat Pendapatan Rp 1,18 Triliun pada Kuartal III-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 42,92 miliar hingga kuartal III-2025. Capaian ini naik 34,45% dibandingkan periode Januari–September 2024 (year on year/yoy).
Pada periode yang sama, perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,18 triliun atau naik tipis 9,81% yoy dari perolehan sebelumnya Rp 1,08 triliun. Kinerja tersebut didukung pemulihan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di pasar domestik.
Baca Juga
Bisnis Tekstil Menantang, Trisula International (TRIS) Berani Bagi Dividen Interim
Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan mengatakan, pertumbuhan laba tersebut ditopang performa positif hampir seluruh segmen bisnis. “Pertumbuhan laba yang mengesankan ini, ditopang oleh kinerja dari hampir seluruh segmen bisnis perusahaan,” ujar Widjaya, Kamis (6/11/2025).
Hingga September 2025, segmen manufaktur menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp 974,10 miliar atau naik 10% yoy. Segmen distribusi mencatat Rp 240,22 miliar (tumbuh 7% yoy), sementara segmen seragam membukukan Rp 234,30 miliar atau melesat 111% yoy.
Penjualan ekspor masih mendominasi, menyumbang 61% dari total penjualan atau Rp 720,1 miliar, naik 13% yoy. Negara tujuan utama adalah Australia, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Sementara penjualan lokal tumbuh 5% yoy menjadi Rp 468,77 miliar.
Baca Juga
Meski sempat menghadapi tekanan tarif perdagangan dan persaingan produk impor, TRIS mampu mempertahankan momentum pemulihan seiring membaiknya industri TPT.
Widjaya menambahkan, diversifikasi pasar serta fleksibilitas produksi menjadi keunggulan perseroan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan global dan domestik. “Capaian positif ini menjadi bukti keberhasilan kami menjaga reputasi dan kepercayaan pelanggan. Penguatan industri tekstil nasional juga meningkatkan optimisme kami,” katanya.
Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10% hingga akhir tahun dengan memperluas pasar ekspor dan menjaga kualitas produk melalui integrasi unit usaha. “Perusahaan terus memperluas jangkauan ekspor ke pasar potensial untuk mempertahankan kinerja positif dalam menghadapi tantangan industri,” tutup manajemen.

