Akuisisi Armada Lepas Pantai, Saham CBRE Disebut Menuju Rp 1.700
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) disebut menuju level Rp 1.700, seiring aksi korporasi besar melalui akuisisi kapal jenis pipe laying & lifting vessel Hai Long 106 senilai US$ 100 juta atau lebih dari Rp 1,6 triliun.
Pembayaran pembelian kapal tersebut dilakukan secara bertahap, yaitu sebanyak 55% sebagaian uang muka dibayarkan dengan menggunakan dana hasil penerbitan promisory notes dengan total US$ 30 juta. Di antaranya, penerbitan promisory notes sebanyak US$ 11 juta kepada Yafin Tandiono Tan, sebanyak US$ 6,5 juta kepada PT Superkrante Mitra Utama Tbk , dan sebanyak US$ 12,5 juta kepada PT Saga Investama Sedaya.
Baca Juga
Ekspansi Segmen Offshore, Cakra Buana (CBRE) Beli Kapal Rp 1,6 Triliun
“Dengan kebutuhan dana yang besar, CBRE kemungkinan melaksanan penerbitan saham baru atau rights issue. Hal ini bisa memperkuat permodalan perseroan, apalagi CBRE telah mendapatkan dukungan dari sejumlah pemodal besar,” ujarnya di Jakarta, siang ini.
Manajemen CBRE dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu menyebutkan bahwa pembelian tersebut bagian dari strategi perluasan bidang usaha penunjang offshore dan energi kelautan. Kapal dengan kapasitas angkut 40.612 gross tonnage memungkinan penangangkutan dan penanganan muatan berat dalam skala besar.
Baca Juga
Raup Laba US$ 1,65 Miliar, Chandra Asri (TPIA) Ungkap Pengembangan Tiga Pilar Bisnis
Rencana Transaksi bertujuan untuk memperluas segmen usaha dari sebelumnya didominasi kapal jenis bulk carrier menjadi kapal untuk mendukung aktivitas konstruksi lepas Pantai. Armada baru tersebut akan digunakan secara komersial dalam skema kerjasama operasional atau sewa guna usaha dengan mitra strategis yang sedang membutuhkan layanan pendukung kegiatan operasional lepas pantai (offshore), seperti pemasangan pipa bawah laut (sub pipe lying), operasi pembangkit listrik laut (offshore wind farm support), mobilisasi alat berat, atau pendukung logistik kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.
Pembayaran selanjutnya senilai US$ 25 juta dilakukan setelah CBRE meraih restu pemegang saham melalui RUPSLB untuk transaksi tersebut. Mekisme tetap melalui penerbitan promisory notes dengant otal US$ 25 juta. Adapun sisanya sebanyak US$ 45 juta akan dibayarkan perseroan paling lambat sebelum 31 Desember 2025.

