Smart (SMAR) Cetak Lompatan Keuntungan 53,84%, Laba per Saham Rp 556
JAKARTA, investortrust.id – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) atau SMAR berhasil mencatatkan lompatan laba bersih sebanyak 53,84% dari Rp 1.04 triliun menjadi Rp 1,60 triliun hingga kuartal III-2025. Kenaikan memicu lompatan laba per saham dari Rp 361 menjadi Rp 556 per saham.
Bandingkan dengan harga saham SMAR pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin level Rp 5.175. Adapun level tertinggi saham SMAR sepanjang year to date (ytd) berada di atas Rp 7.250 pda Agustus 2025.
Baca Juga
Saat Lanjutkan Transformasi Berbasis ESG, Eagle High (BWPT) Berhasil Kerek Laba 54%
Dalam rilis laporan kinerja keuangan emiten yang dikendalikan Sinarmas ini bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat penjualan perseroan hingga 30 September 2025 menjadi Rp 65,65 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 56,29 triliun. Kenaikan pendapatan ini turut mendorong pertumbuhan laba usaha dan laba bersih perusahaan.
Laba kotor SMAR tercatat Rp 7,24 triliun untuk sembilan bulan 2025, naik dari Rp 5,31 triliun pada periode yang sama 2024. Sementara itu, laba usaha melambung menjadi Rp 2,23 triliun, dibanding Rp 1,17 triliun pada tahun sebelumnya. Lompatan ini menggambarkan efisiensi biaya dan pengelolaan beban usaha yang lebih baik.
Dari sisi pos lain-lain, SMAR mencatat beban lain-lain bersih Rp 186,34 miliar, dipengaruhi oleh rugi selisih kurs dan beban bunga. Meski demikian, perseroan tetap membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 2,04 triliun, lebih tinggi dari Rp 1,33 triliunpada 30 September 2024.
Baca Juga
Laba Atribusi PANI Melesat 62,61% hingga Kuartal III-2025, Sedangkan CBDK Lebih Besar
Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp 443,62 miliar, SMAR berhasil membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 1,60 triliun, meningkat dari Rp 1,04 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melambung dari Rp 1,03 triliun menjadi Rp 1,59 triliun.
SMAR juga berhasil mendongkrak kas dan setara kas akhir periode menjadi Rp 1,54 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 764,13 miliar. Sedangkan total asset turun dari Rp 45,33 triliun menjadi Rp 43,26 triliun.

