Tetapkan RKAT 2026, BEI Targetkan Transaksi Harian Rp14,5 Triliun dan 2 Juta Investor Baru
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 14,5 triliun pada 2026. Sedangkan penambahan jumlah investor baru ditargetkan 2 juta pemodal. Target tersebut masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026.
RKAT ini disusun dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global dan nasional. Proses ini mengacu pada tren suku bunga global, kebijakan ekonomi pemerintahan baru, serta potensi pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat dan investor pasar modal.
Baca Juga
CMSE 2025 Resmi Dibuka, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 19 Juta SID
Dalam RKAT juga dipatok hari bursa sebanyak 239 hari. Jumlah pencatatan efek ditargetkan mencapai 555 efek, meliputi saham, obligasi, dan berbagai produk lainnya seperti Exchange-Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), Efek Beragun Aset (EBA), dan waran terstruktur.
Penyusunan RKAT 2026 menjadi bagian dari fase pertama Master Plan BEI 2026–2030 yang berfokus pada peningkatan kesesuaian produk dengan pasar dan demokratisasi akses pasar modal. Melalui rencana ini, BEI akan memprioritaskan program pengembangan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan, pelindungan investor, layanan data sesuai kebutuhan pelanggan, serta penyempurnaan teknologi kebursaan.
Selain itu, BEI terus melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan pasar, termasuk pembinaan bagi Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, serta peningkatan jumlah dan aktivitas investor ritel. Program edukasi seperti Sekolah Pasar Modal, kompetisi pasar modal, dan Virtual Trading Competition powered by IDX Mobile yang kini memasuki babak grand final tetap menjadi bagian penting dari upaya peningkatan literasi pasar modal.
Baca Juga
Jika Ingin Dapat Insentif, Menkeu Purbaya Minta BEI Kendalikan Saham Gorengan
Guna memperluas jangkauan edukasi, BEI melibatkan Duta Pasar Modal dan menggelar kegiatan seperti Capital Market Summit & Expo (CMSE), Guruku Investor Saham, serta Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah daerah. Sinergi berlanjut melalui pelaksanaan World Investor Week (WIW) dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), termasuk dukungan BEI terhadap FinExpo sebagai bagian dari program inklusi keuangan nasional.
Selain memperkuat sisi investor, BEI juga memberikan dukungan bagi Anggota Bursa melalui layanan informasi, bantuan teknis, serta pengembangan sistem dan layanan kebursaan. Kegiatan sosialisasi, one-on-one meeting, dan workshop daring rutin dilakukan untuk memperluas partisipasi seluruh pemangku kepentingan pasar modal.
Melalui berbagai inisiatif ini, BEI menegaskan komitmennya membangun ekosistem pasar modal yang inklusif, likuid, dan adaptif terhadap perubahan, sejalan dengan arah strategis Master Plan BEI 2026–2030.

