BUKA Cetak Laba Bersih Jumbo Rp 2,91 Triliun, Berbalik dari Rugi Tahun 2024
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) berbalik mencatatkan laba bersih periode berjalan jumbo Rp 2,91 triliun hingga kuartal III-2025. Angka tersebut berbalik terbalik dengan rugi bersih Rp 593,30 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan kinerja keuangan BUKA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/10/2025), mengungkap bahwa lonjakan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan neto menjadi Rp 4,73 triliun, dibandingkan Rp 3,40 triliun pada sembilan bulan pertama 2024.
Baca Juga
Transformasi Hijau Berbuah, Bisnis Limbah TOBA Melonjak 1.048% di Kuartal III-2025
Dari sisi profitabilitas, laba usaha Bukalapak juga meningkat tajam dari kerugian Rp 1,33 triliun menjadi surplus Rp 2,32 triliun. Penyumbang utama kenaikan tersebut datang dari pemulihan nilai investasi bersih dengan perolehan Rp 2,32 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan rugi investasi bersih Rp 596,47 miliar.
Sementara EBITDA yang Disesuaikan tetap relatif stabil selama tiga kuartal terakhir, tercatat negatif Rp 18 miliar pada kuartal III-2025. Sementara itu, EBITDA yang Disesuaikan ditambah pendapatan bunga bersih menurun dari Rp 201 miliar di kuartal II-2025 menjadi Rp 175 miliar di kuartal III-2025, sejalan dengan pelaksanaan program pembelian kembali saham Perseroan dan penurunan suku bunga di Indonesia. Hal ini menunjukkan fundamental operasional yang solid, serta pengelolaan keuangan yang hati-hati dan berimbang.
“Capaian Bukalapak pada kuartal ketiga mencerminkan kemampuan kami untuk menjaga stabilitas dan ketahanan bisnis di tengah perubahan pasar. Kami terus menjalankan strategi dengan disiplin, memperkuat fondasi ekosistem, dan berupaya memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Direktur BUKA, Victor Putra Lesmana dalam keterangan resminya, Selasa, (28/10/2025).
Baca Juga
GOTO Bentuk Yayasan GoTo Merah Putih untuk Perkuat Kesejahteraan Keluarga Mitra
BUKA juga mencatatkan posisi keuangan yang solid, dengan total kas, setara kas, dan investasi likuid mencapai Rp 17,9 triliun per 30 September 2025. Dana ini mencakup investasi di instrumen yang likuid seperti deposito, obligasi pemerintah, dan reksa dana, memberikan fleksibilitas finansial yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Keempat segmen bisnis utama Bukalapak terus memberikan kontribusi positif dengan kinerja yang terkendali. Segmen Gaming tetap menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai Rp 1,4 triliun pada kuartal III-2025, tumbuh stabil sebesar 2% secara kuartalan dibandingkan dengan kuartal II-2025. Segmen Investment juga mencatatkan kinerja yang positif, dengan pendapatan sebesar Rp 18 miliar, meningkat 30% secara kuartalan, serta mempertahankan margin kontribusi yang solid di atas 30%.
Perseroan sebelumnya mengumumkan kembali melanjutkan pembelian kembali (buy back) saham dalam kondisi pasar berfluktuasi. Tota dana yang disiapkan untuk buy back tiga bulan kedua ini mencapai Rp 420,79 miliar. Buy back lanjutkan tersebut akan digelar mulai 30 Oktober 2025 hingga 29 Januari 2026. Aksi ini bertujun untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang, menjaga kestabilan antara fundamental BUKA, dan fluktuasi kondisi pasar saat ini.

