IHSG Mendadak Anjlok 3% Terseret Saham Konglomerasi, Ada Apa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak anjlok parah memasuki perdagangan sesi II, Selasa (14/10/2025). Kejatuhan tersebut terseret penurunan signifikan saham-saham konglomerasi yang selama ini menjadi penopang utama indeks.
Berdasarkan data BEI, IHSG anjlok lebih dari 250 poin (3%) menjadi 7.980 hingga pukul 14.00 WIB dengan rentang pergerakan 7.974-8.284. Penurunan mendadak indeks tersebut berbanding terbalik pada pembukaan hari ini yang sempat melesat dengan kenaikan 40 poin.
Baca Juga
Ini Mandat yang Wajib Dipenuhi Pemenang Lelang Frekuensi 1,4 GHz
Secara sectoral penurunan dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 5,18%, sektor material dasar anjlok 4,83%, sektor keuangan turun 3,25%, sektor infrasturktur 4%, sektor transportasi 5%, sektor teknologi 3%, dan sektor konsumer primer 3%.
Penyumbang utama kejatuhan seluruh saham big cap, seperti saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham BREN, TPIA, BRPT, CDIA, dan CUAN. Begitu juga dengan saham emiten Haji Isam, PGUN, JARR, dan TEBE anjlok hingga auto reject bawah. Penurunan juga melanda saham emiten Happy Hapsoro, seperti RAJA dan RATU yang anjlok hingga ARB.
Penurunan dahsyat IHSG memasuki sesi II juga sejalan dengan penurunan sejumlah indeks utama Asia, seperti Nikkei anjlok lebih dari 1.357 poin, Hang Seng Index anjlok lebih dari 521 poin, dan Strait Time melemah lebih dari 39 poin. Penurunan semakin dalam setelah pemerintah China membalas kebijakan tarif tambahan dari Trump terhadap negara tersebut.
Sedangkan pada penutupan sesi I hari ini, IHSG hanya melemahsebanyak 55,87 poin (0,68%) menjadi 8.171. Rentang pergerakan dalam rentang 8.154-8.284 dengan nilai transaksi Rp 15,15 triliun.
Baca Juga
Ini Dia 3 Alasan Mengapa Reli Bitcoin ke US$ 125.000 Bisa Tertunda
Penurunan dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor keuangan 1,43%, sektor teknologi 2,62%, sektor transportasi 3,14%, sektor konsumer primer sebanyak 1,09%, sektor energi 0,92%, dan sektor industry 0,71%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property, kesehatan, dan material dasar.
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut pertahankan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham MBTO naik 34,48% menjadi Rp 199, MRAT naik 25% menjadi Rp 525, SOHO naik 24,54% menjadi Rp 1.015, GZCO naik 24,44% menjadi Rp 336, SSTM naik 24,31% menjadi Rp 358, dan POLU naik 20% menjadi Rp 30.450.

