Update Lelang Frekuensi 1,4 GHz: Anak Usaha WIFI Lolos Bersaing dengan TLKM dan Sinarmas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) resmi mengumumkan tiga operator telekomunikasi yang masuk tahap akhir seleksi pengguna pita frekuensi 1,4 GHz untuk layanan Broadband Wireless Access (BWA) tahun 2025. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Telemedia Komunikasi Pratama (WIFI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Eka Mas Republik milik Sinarmas.
Seleksi pita frekuensi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas kapasitas jaringan data nasional sekaligus memperkuat infrastruktur layanan 5G serta konektivitas di wilayah terpencil.
Baca Juga
Surge (WIFI) Ikut Lelang Frekuensi 1,4 GHz Lewat Anak Usaha, Bersaing dengan DSSA
Dari tujuh perusahaan yang mengambil dokumen seleksi, hanya lima yang mengajukan permohonan, yaitu PT Eka Mas Republik, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) lewat entitas anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama, PT Indosat Tbk (ISAT), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Namun setelah proses pemeriksaan dan verifikasi dokumen administrasi, hanya tiga perusahaan yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melaju ke tahap berikutnya.
“Berdasarkan hasil evaluasi administrasi, tiga calon peserta seleksi dinyatakan lolos dan akan mengikuti proses lelang harga yang dimulai pada Senin, 13 Oktober 2025, melalui sistem e-Auction,” tulis Kemenkomdigi dalam keterangan resminya, Selasa (1/10/2025).
Baca Juga
IHSG Berpotensi Uji Support, Tiga Saham Dipimpin BRMS Dijagokan
Lelang frekuensi 1,4 GHz ini disebut sebagai momentum penting bagi industri telekomunikasi nasional. Spektrum frekuensi menjadi sumber daya vital yang akan menentukan arah pengembangan jaringan broadband sekaligus kesiapan Indonesia dalam menghadapi transformasi digital.
“Seleksi ini untuk layanan BWA yang diyakini mampu memperkuat kapasitas jaringan data, khususnya dalam mendukung ekspansi layanan 5G dan konektivitas daerah,” ungkap Kemenkomdigi.
Hasil e-Auction yang dijadwalkan pertengahan Oktober mendatang akan menentukan perusahaan mana yang berhak mendapatkan alokasi frekuensi serta menjadi pemain utama dalam pengembangan jaringan data nasional.

