KETR Bersiap Gelar RUPSLB Ekspansi Bisnis, Penguatan Harga Saham Berlanjut?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) mengumumkan rencana ekspansi bisnis dengan menambahkan dua jenis kegiatan usaha baru di sektor angkutan laut. Aksi ini berhasil mengerek naik harga saham KETR dalam tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KETR telah melambung lebih dari 212% menjadi Rp 625 dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, saham KETR kemarin ditutup menguat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak naik 25% menjadi Rp 625.
Baca Juga
Tancap Gas Ekspansi, Triasmitra (KETR) Kucurkan Capex Rp 120 Miliar
Sementara itu, manajemen KETR dalam keterbukaan informasi di BEI kemarin menyebutkan bahwa perseroan akan ekspansi bisnis angkutan laut dalam negeri untuk barang umum, yaitu mencakup pengangkutan barang umum melalui laut menggunakan kapal antarpelabuhan dalam negeri. Layanan ini dapat dilakukan dengan trayek tetap dan berjadwal (liner) maupun trayek tidak tetap (tramper), termasuk usaha persewaan kapal laut berikut operatornya.
KETR juga akan menambah usaha angkutan laut luar negeri untuk barang umum, yakni pengangkutan barang melalui laut antara pelabuhan di Indonesia dengan pelabuhan di luar negeri. Sama halnya, usaha ini dapat dilakukan dengan trayek tetap maupun tidak tetap, serta mencakup persewaan kapal laut berikut operatornya.
Aksi korporasi itu akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada besok. Langkah strategis ini menandai diversifikasi bisnis KETR yang sebelumnya dikenal fokus di sektor infrastruktur telekomunikasi, sekaligus memperluas peluang perusahaan dalam rantai logistik nasional maupun internasional.
Baca Juga
IHSG Cenderung Lanjutkan Rebound, Tiga Saham Dipimpin BKSL Layak Dilirik
Ketrosden Triasmitra (KETR) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 100-120 miliar di tahun ini. Dana ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi besar-besaran proyek kabel laut (SKKL)."Untuk (capex) 2025 kita proyeksi sampai akhir tahun yang kita keluarkan lebih kurang di level Rp 100-120 miliar," kata Direktur Keuangan, Vidcy Octory dalam paparan publik di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Adapun dana tersebut akan digunakan untuk tiga fokus rencana bisnis perseroan di antaranya adalah kesiapan komersial kapal Bentang Bahari. Kapal ini sedang dikonversi dan akan digunakan untuk menggelar SKKL Rising 8. “KETR juga menargetkan utilisasi optimal kapal ini pada tahun 2026 untuk proyek pelanggan di wilayah Nusa Tenggara,” terang dia.

