IHSG Mendadak Anjlok 1,06% Hari Ini, Analis Soroti Sejumlah Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (25/9/2025) ditutup melemah tajam sebanyak 85,9 poin atau 1,06% ke level 8.040. Meski jatuh, tren indeks belum mengalami perubahan berarti atau masih berada dalam tren naik.
Penurunan tersebut dipicu pelemahan sejumlah saham big cap, seperti saham DSSA, EMAS, ANTM, BRPT, AMMN, MDKA, CMRY, PANI, BBRI, hingga TPIA. Sedangkan sektor saham dengan penurunan terbesar dicatatkan sektor material dasar sebanyak 3,03% dan net sell saham mencapai Rp 1 triliun.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, ketiadaan sentimen positif domestik menjadi pemicu tekanan IHSG hari ini.
Baca Juga
“Selain itu, ekspektasi penurunan Fed Rate dua kali kembali meredup setelah Gubernur The Fed Jerome Powell menyampaikan nada dovish dalam pidatonya, dengan menekankan arah kebijakan sangat bergantung pada data inflasi serta pasar tenaga kerja. Saat ini inflasi AS sudah berada di atas target 2%,” kata Nafan kepada investortrust.id, Kamis (25/9/2025).
Meski dilanda penurunan signifikan, Nafan melanjutkan, IHSG masih berada dalam tren naik yang ditunjukkan analisa teknikal, yaitu indikator Moving Average (MA) 20 dan 60 yang menunjukkan kondisi positive crossover.
Sejalan dengan itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana (Didit) juga menegaskan secara teknikal, IHSG masih dalam fase uptrend, meskipun potensi koreksi minor jangka pendek tetap terbuka.
“Sentimen IHSG juga dipengaruhi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini memicu potensi outflow pada obligasi dengan adanya risiko kenaikan defisit fiskal,” jelas Didit.
Baca Juga
UNTR Lanjutkan Diversifikasi Sektor Mineral, Buka Peluang Akuisisi di Australia
Lebih lanjut, Didit memproyeksikan arus keluar dana asing dari IHSG masih berlanjut seiring ketidakpastian global terkait kelanjutan pemangkasan suku bunga The Fed. Hal tersebut menambah tekanan pada indeks, karena yield dolar AS meningkat.
Terkait saham pilihan transaksi akhir pekan ini, Didit menyarankan, saham BBRI layak dicermati dengan dengan target harga Rp 4.210–4.380, DEWA Rp 292–304, serta ERAA Rp 464–482.

