Asing Lanjut Net Sell Rp 358,31 Miliar, Sebaliknya Saham BBRI Diborong
JAKARTA, investortrust.id – Investor pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 358,31 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/9/2025), sebanyak 16,75 poin (0,21%) menjadi 8.008 dengan nilai transaksi Rp 19,84 triliun.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 839,03 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 248,67 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 118,92 miliar, PT Barito Renewabales Energy Tbk (BREN) Rp 117,05 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 86,09 miliar.
Baca Juga
IHSG Ditutup Turun 0,21%, Meski Intraday Sempat Sentuh Rekor ATH 8.068
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 812,22 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 248,83 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 165,35 miliar, PT Anekam Tambang Tbk (ANTM) Rp 71,92 miliar, dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Rp 70,08 miliar.
Meski dilanda penurunan, IHSG intraday sempat cetak rekor tertinggi (all time high/ATH) intraday sepanjang masah sentuh 8.068. Pemicu utama penurunan indeks hari ini adalah kejatuhans aham sektor keuangan 0,84%, sektor property 0,66%, sektor konsumer non primer 0,53%, dan sektor infrastruktur 0,35%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 4,26%, sektor konsumer primer 0,70%, energi 0,77%, dan sektor material dasar 0,59%.
Di tengah pelemahan tersebut sejumlah saham ini cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) naik 34,51% menjadi Rp 191, saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) naik 24,62% menjadi Rp 2.480, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,62% menjadi Rp 486, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) naik 24,57% menjadi Rp 436.
Baca Juga
Diminta Banggar, Pemerintah Bakal Tambah Anggaran untuk Bantuan Pangan Rp 500 Miliar
ARA juga melanda saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) sebanyak 24,86% menjadi Rp 452, PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) naik 24,64% menjadi Rp 1.290, dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik 24,62% menjadi Rp 486, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 20% menjadi Rp 157.225.
Kemarin, IHSG ditutup cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah ditutup naik 67,48 poin (0,85%) menjadi 8.025. Sebaliknya investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 151,35 miliar, terbanyak melanda saham BBCA Rp 566,29 miliar, BMRI Rp 269,47 miliar, dan ANTM Rp 174,28 miliar.

