BI dan The Fed Dipangkas, Simak Target Harga dan Potensi Cuan Saham Bank Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan kompak Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga pada September 2025 menjadi sentimen positif untuk investasi di pasar modal, khususnya saham sektor perbankan domestik. Hal ini Keputusan ini berpotensi mengerek naik harga saham bank, bahkan potensi penguatan bisa lebih dari 51%.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa penurunan biaya jasa di Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2025 berdampak pada data United States Producer Price Index (US PPI) yang tercatat -0,1%, lebih rendah dari konsensus +0,3%.
Baca Juga
“Mendinginnya US PPI mendorong The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 bps. Indikator PPI digunakan sebagai salah satu acuan inflasi The Fed,” ujar Nafan, Kamis (18/9/2025).
Di dalam negeri, efek reshuffle Kabinet Merah Putih dinilai mereda. Pasar kini lebih fokus pada fundamental makroekonomi yang solid, termasuk hasil rapat kerja Menteri Keuangan Purbaya dengan Komisi XI DPR terkait target RAPBN 2026 sebesar Rp 638,8 triliun.
Selain itu, pernyataan Menkeu Purbaya mengenai penempatan senilai Rp 200 triliun dana negara ke bank umum juga menjadi sentimen positif terhadap saham bank BUMN. Kebijakan ini diyakini mampu mendorong likuiditas sekaligus menarik investor ritel.
Baca Juga
ENRG Genjot Produksi Blok Kampar, Target Harga Saham Direvisi Naik ke Rp 775
Hal ini mendorong Nafan merekomendasikan beli enam saham bank dengan potensi kenaikan signifikan:
- PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) – Rekomendasi accumulative buy, target harga tertinggi Rp 1.945, potensi kenaikan 13% dari Rp 1.720.
- PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) – Accumulative buy, target tertinggi Rp 1.755, potensi kenaikan 17,78% dari Rp 1.490.
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) – Accumulative buy, target tertinggi Rp 6.300, potensi kenaikan 40% dari Rp 4.480.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Accumulative buy, target tertinggi Rp 11.675, potensi kenaikan 51% dari Rp 7.725.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) – Accumulative buy, target tertinggi Rp 4.730, potensi kenaikan 11,8% dari Rp 4.230.
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) – Rekomendasi add, target tertinggi Rp 1.610, potensi kenaikan 18,81% dari Rp 1.355.

