Astra (ASII) Resmi Jadi Pemegang Saham Terbesar Hermina (HEAL) Usai Borong Rp 2,69 Triliun, Bakal Jadi Pengendali?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) menjadi pemegang saham terbesar PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dengan kepemilikan sebanyak 20% saham. Posisi ini didapatkan setelah memborong sebanyak 9,58% saham HEAL dari pasar dengan nilai transaksi lebih dari Rp 2,69 triliun.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi ASII di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/9/2025), Astra (ASII) membeli saham HEAL secara bertahap dengan total 1,47 miliar saham sepanjang 9-12 September 2025. Sebanyak 163,8 juta saham dibeli dengan harga Rp 1.683,14 atau setara Rp 275,70 miliar pada 9 September.
Baca Juga
Ekspansi Hermina (HEAL), Target Tambah Tiga Rumah Sakit pada 2026
Pembelian selanjutnya sebanyak 1,8 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 1,705 atau dengan total Rp 3,07 miliar. Sebanyak 3,64 juta saham dibeli dengan target harga Rp 1.717,14 atau setara dengan Rp 6,25 miliar. Pembelian terbesar mencapai 1,30 miliar dengan harga pelaksanaan Rp 1.850 atau Rp 2,41 triliun pada 12 September.
Langkah ini menegaskan strategi Astra dalam memperluas portofolio di sektor kesehatan, sejalan dengan prospek pertumbuhan industri rumah sakit dan layanan kesehatan di Indonesia yang terus meningkat. Sedangkan tujuan pembelian disebutkan sebagai investasi dengan status kepemilikan tidak langsung.
Baca Juga
Astra (ASII) Akuisisi Perkuat Portofolio Bisnis, Valuasi Saham makin Menarik?
Secara bersamaan manajemen HEAL mengumumkan sejumlah pemegang sahamnya pengendali telah melepas sebagian sahamnya, seperti Binsar Parasian Simorangkir menjual sebanyak 30,73 juta saham, Husen Sutakaria menjual 50 juta saham HEAL, Meijani Wibowo menjual sebanyak 30 juta saham, dan penjualan terbanyak dilakukan Yulisar Khiat sebanyak 371,21 juta saham.
Dengan penjualan tersebut kini ASII menjadi pemegang terbanyak saham HEAL setara dengan 20%. Terbanyak kedua dimiliki Yulisar Khiat sebanyak 10,36% saham, Meijani sisa 1,95% saham, Husen tersisa 2,42% saham, dan Binsa menyisakan 5,14% saham.

