Meski Target Kinerja Keuangan Direvisi Turun, Samuel Sekuritas Tetap Rekomendasikan Beli Saham KLBF
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan penurunan kinerja keuangan pada kuartal II, meski tetap tumbuh secara tahunan pada semester I-2025. Emiten farmasi ini juga menurunkan panduan pertumbuhan tahun ini, seiring pelemahan daya beli konsumen dan kinerja keungan kuartal II-2025.
KLBF mencatatkan pendapatan Rp 8,2 triliun (+3,4% YoY dan -6,9% QoQ), sehingga total pendapatan semester I-2025 mencapai Rp 17,1 triliun (+4,6% YoY) atau sedikit di bawah ekspektasi. Segmen resep stabil dengan Rp 2,5 triliun (+6,0% YoY dan -0,9% QoQ) dan distribusi Rp 2,8 triliun (+9,1% YoY dan -2,2% QoQ).
Baca Juga
'Capex' Kalbe Farma (KLBF) Rp 1 T untuk Ekspansi Gila-gilaan, Salah Satunya Perbanyak Obat Kanker
Namun, pendapatan dari segmen consumer health melemah ke Rp 1,1 triliun (+0,9% YoY atau -20,2% QoQ) akibat faktor musiman, sementara nutrisi turun menjadi Rp 1,9 triliun (-5,8% YoY atau -11,8% QoQ). Meski demikian, penjualan kategori susu KLBF terkoreksi lebih rendah (-3% YoY), dibanding industri (-9% YoY) yang menunjukkan kepercayaan konsumen tetap kuat.
Begitu juga dengan margin kotor KLBF pada kuartal II-2025 berada di 40,7% (kuartal I-2025 sebanyak 41,6% dan kuartal II-2024 mencapai 39,5%), turun tipis akibat perubahan bauran bisnis, meski harga bahan baku lebih murah. EBIT margin menyempit ke 12,9% (kuartal I-2025 15,6% dan kuartal IV-2024 13,5%) dipicu kenaikan biaya promosi menjadi 8,6%.
Alhasil, laba bersih kuartal II-2025 mencapai Rp 898 miliar (+6,0% YoY dan -16,6% QoQ), sehingga total laba bersih semester I-2025 menjadi Rp 2 triliun atau naik 9,4%.
Baca Juga
Seiring pencapaian semester I-2025 tersebut, analis Samuel Sekuritas Kenzie Keane dan Jonathan Guyadi dalam risetnya mengatakan, panduan pertumbuhan perseroan tahun ini direvisi turun dari semula tingkat pertumbuhan pendaptan 8-10% menjadi 6–8%. Segmen nutrisi diperkirakan hanya tumbuh 1–3% terdampak lemahnya daya beli.
Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa konsumen beralih ke produk value-for-money di tengah penurunan daya beli masyarakat tersebut. KLBF juga telah menyiapkan SKU terjangkau, seperti kemasan sachet, sambil tetap mempertahankan produk premium, seperti Morinaga dan Entrasol.
Pendapatan segmen farmasi diperkirakan naik sebanyak 9–11% tahun ini, ditopang produk specialty, khususnya onkologi. Sementara distribusi & logistik diperkirakan tumbuh high single hingga low double digit didukung penambahan prinsipal dan perluasan alat kesehatan. KLBF menunggu persetujuan BPOM atas peralatan PET scan (Cyclotron) yang bisa dikomersialisasikan di Jakarta mulai bulan depan.
Baca Juga
Samuel Sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan KLBF tahun 2025-2027. Target laba bersih tahun ini direvisi turun dari semula Rp 3,87 triliun menjadi Rp 3,50 triliun. Begitu juga dengan target pendapatan direvisi turun dari semula Rp 35,80 triliun menjadi Rp 34,40 triliun. Pemangkasan ini mempertimbangkan penurunan daya beli masyarakat dan pemangkasan perkiraan kinerja keuangan KLBF oleh manajemen.
Meski valuasi tidak murah dibanding sektor farmasi lainnya, Samuel Sekuritas mengungkap, KLBF mempertahankan strategi reshaping bisnis bagi profitabilitas jangka panjang. Produk defensif juga menjadi penopang di tengah kondisi pasar yang menantang. Hal ini mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.600.

