IHSG Ditutup Menguat 0,87%, Enam Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/8/2025), ditutup menguat sebanyak 68,06 poin (0,87%) menjadi 7.926,91. Pergerakan indeks dalam rentang 7.858-7.951 dengan nilai transaksi Rp 16,31 triliun.
Kenaikan indeks ditopang penguatan hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor konsumer non primer dengan penurunan 0,23% dan sektor kesehatan 0,40%. Sebaliknya kenaikan tertinggi melanda saham sektor properti 3,65%, sektor infrastruktur 2,61%, sektor konsumer primer 1,08%, sektor material dasar 0,70%, dan sektor energi 0,51%.
Baca Juga
TKD Turun, Komisi II Sebut 89,8% Pemda Punya Kapasitas Fiskal Lemah
Saat indeks, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) melesat 34,92% menjadi Rp 85 dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjadi 34,34% menjadi Rp 133.
ARA juga melanda saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 25% menjadi Rp 310, PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) melesat 24,88% menjadi Rp 1.330, PT Relaince Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) naik 24,77% menjadi Rp 680, dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menguat Rp 24,61% 2.380.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham MFIN sebanyak 14,73% menjadi Rp 1.360, POLU turun 11,03% menjadi Rp 6.250, BMAS melemah 10% menjadi Rp 585, DEFI melemah 9,72% menjadi Rp 650, KARW melemah 9,64% menjadi Rp 750, dan LINK melemah 9,73% menjadi Rp 3.060.
Baca Juga
Prabowo Resmi Lantik Kepala Badan Otorita Pengelola Tanggul Laut Pantura Jawa
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup melemah sebanyak 39,52 poin (0,50%) menjadi 7.858,85. Sebaliknya pemodal asing jusrtru agresif memborong saham dengan nilai net buy mencapai Rp 2,73 triliun. Penurunan dipicu atas kejatuhan lima saham big cap pekan ini, seperti DSSA melemah 14,88%, DCII turun 5,53%, BBCA terkoreksi sebanyak 2,87%, TPIA melemah 4,62%, dan BREN turun lebih dari 2,57%.
Penurunan tersebut juga dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor utama indeks pekan inii, seperti sektor infrastruktur turun 1,79%, sektor energi melemah 1,04%. Sebaliknya sektor saham dengan kenaikan paling pesat adalah industry menguat 4,68% dan transportasi naik 3,85%.
Adapun, investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy saham mencapai Rp 2,73 triliun. Net buy terbanyak melanda saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 1,06 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 559,88 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 556,37 miliar.

