Bidik Pertumbuhan di Semester II Tahun Ini, Telkom (TLKM) Fokus Genjot Segmen Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membidik pertumbuhan kinerja keuangan pada semester II 2025 dengan fokus memperkuat segmen Business-to-Business (B2B). Strategi ini diklaim menjadi prioritas manajemen untuk memaksimalkan potensi pasar enterprise yang kontribusinya mencapai 13,7% dari total pendapatan perusahaan pada paruh pertama tahun ini.
Adapun sepanjang semester I-2025, TLKM mencatatkan penurunan pendapatan dari Rp 75,29 triliun menjadi Rp 73 triliun. Penurunan tersebut berimbas terhadap pelemahan laba periode berjalan TLKM dari Rp 15,42 triliun pada semester I-2024 menjadi Rp 14,12 triliun pada semester I tahun ini.
Baca Juga
Melesat dalam Sepakan, Simak Target Harga Saham dan Proyeksi Kinerja Telkom (TLKM) Berikut
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyebut paruh kedua tahun ini akan menjadi momentum memperkuat B2B melalui konsolidasi dan inovasi layanan digital. “Pertumbuhan tahun ini akan berada di sisi positif, namun perubahan signifikan trajectory kami harapkan terjadi pada semester I tahun depan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Hingga Juni 2025, Telkom mencatat pendapatan Rp 73 triliun, dengan segmen enterprise menyumbang sekitar Rp 10 triliun. Meski belum merinci target semester II, perusahaan plat merah itu berkomitmen mengakselerasi penawaran produk dan solusi digital untuk mendorong penetrasi pasar B2B.
Sementara itu, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa bisnis digital Telkom terbagi menjadi tiga kategori utama, infrastruktur digital, platform digital, dan layanan digital. “Digital infrastructure menjadi tulang punggung B2B kami, sementara platform dan layanan digital memperluas nilai tambah untuk klien,” jelasnya.
Sepanjang 2025, produk digital Telkom telah menyumbang Rp 178,3 triliun terhadap pendapatan grup, dengan segmen data, internet, dan IT berkontribusi Rp 90,5 triliun. Potensi B2B masih terbuka lebar mengingat tren transformasi digital di berbagai sektor industri.
Perusahaan optimistis strategi ini akan menopang pertumbuhan semester II sekaligus memperkuat fondasi untuk akselerasi kinerja pada 2026. “Kami ingin jadi partner transformasi digital yang relevan dan terpercaya untuk semua pelaku industri,” harap Veranita.
Saham Melesat
Sementara itu, harga saham TLKM berhasil catatkan penguatan mengesankan sebanyak 28,09% menjadi Rp 3.420 dalam sebulan terakhir. Tak hanya itu, TLKM tercatat sebagai saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak mencapai Rp 2,58 triliun dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
BRI Danareksa sekuritas dalam riset terakhirnya masih mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 3.500. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan rebound kinerja keuangan emiten telkomunikasi terbesar di Tanah Air ini pada semester II-2025.
Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan laba bersih TLKM tahun ini senilai Rp 20,88 triliun dan pendapatan diprediksi mencapai Rp 145,55 triliun. Target harga ini juga merefleksikan kenaikan target EV/EBITDA lima tahun, dipadukan dengan DCF, seiring potensi re-rating industri pada semester II-2025.

