Harga Bitcoin Melonjak Usai Presiden Trump Izinkan Dana Pensiun Masuk Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) melonjak ke US$ 117 ribu setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan aset kripto seperti BTC masuk ke dalam portofolio pensiun 401(k). Kebijakan ini langsung memicu antusiasme pasar dan dianggap sebagai katalis besar bagi adopsi institusional.
Pada perdagangan Jumat (8/8/2025) pagi waktu Indonesia, Bitcoin tercatat sempat naik tajam hingga menyentuh level US$ 117.500, setelah sehari sebelumnya sempat terkoreksi ke US$ 114.278. Kenaikan ini terjadi sesaat setelah Presiden Trump menandatangani executive order yang mengizinkan Bitcoin dan aset digital lainnya diintegrasikan ke dalam skema dana pensiun 401(k) yang diawasi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Kebijakan tersebut langsung mendorong sentimen positif pasar, dengan banyak analis menyebutnya sebagai “langkah bersejarah” yang membuka pintu bagi triliunan dolar dana pensiun masuk ke pasar kripto.
Baca Juga
Executive order ini menginstruksikan Departemen Tenaga Kerja AS untuk:
- Meninjau ulang pedoman fidusia dalam skema ERISA (Employee Retirement Income Security Act)
- Menyusun proses yang memungkinkan penyedia dana pensiun menawarkan portofolio yang mencakup aset alternatif, termasuk kripto
- Bekerja sama dengan lembaga lain seperti Departemen Keuangan, SEC, dan regulator terkait untuk merevisi kebijakan yang dibutuhkan
Selain itu, SEC (Securities and Exchange Commission) juga diminta untuk menyesuaikan aturannya guna memfasilitasi akses investor ritel dan institusi terhadap aset digital melalui jalur dana pensiun.
Dalam rilis resmi Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa Amerika perlu lebih terbuka terhadap aset alternatif untuk memperkuat masa depan keuangan warganya. Aset tersebut mencakup private equity, real estate, hingga aset digital seperti Bitcoin.
Melansir Indodax, menurut Head of Research Bitwise, Ryan Rasmussen, jika Bitcoin mampu menyerap sebagian kecil saja dari pasar 401(k) yang saat ini bernilai US$ 8 triliun, maka potensi inflow-nya sangat besar:
- 1% alokasi: US$ 80 miliar
- 5% alokasi: US$ 400 miliar
- 10% alokasi: US$ 800 miliar
Langkah ini diprediksi menjadi pendorong utama bagi gelombang akumulasi baru dari investor institusi. Di kalangan pelaku industri, keputusan Trump ini disambut sebagai terobosan besar. CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz menekankan bahwa kebijakan ini akan membuka akses bagi dana raksasa untuk masuk ke pasar kripto. “Kolam dana raksasa akan mulai mendapat eksposur ke Bitcoin dan aset kripto karena perintah eksekutif Trump. Akan ada sangat banyak uang yang mulai mengalir,” ujarnya.
Pernyataan resmi dari Gedung Putih juga memperkuat pesan tersebut. Dalam dokumen fakta resmi, tertulis bahwa Trump akan menjadikan AS sebagai pusat kripto. “Presiden Trump berjanji menjadikan Amerika Serikat sebagai ‘ibu kota kripto dunia’, menekankan pentingnya merangkul aset digital demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kepemimpinan teknologi,” tulisan resmi Gedung Putih dikutip dari BitcoinMagazine.
Data dari Bitwise juga menunjukkan bahwa sepanjang 2025, institusi telah membeli 545.579 BTC, jauh melampaui produksi Bitcoin oleh para miner yang hanya mencapai 97.082 BTC. Fenomena ini menegaskan bahwa permintaan melebihi pasokan, terutama dari kalangan institusi besar.
Tren kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan publik mengalami lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, tercatat sebanyak 43 perusahaan publik memiliki Bitcoin di neraca keuangannya. Jumlah ini meningkat menjadi 64 perusahaan pada 2024, dan melonjak drastis menjadi lebih dari 160 perusahaan sepanjang 2025.
Data ini mencerminkan tingginya kepercayaan sektor korporasi terhadap Bitcoin sebagai aset cadangan strategis di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga
Harga Bitcoin dan Ethereum Melemah, Tren Bullish Sudah Berakhir?
Beberapa nama besar yang kini mendominasi cadangan BTC adalah:
- Nakamoto (dipimpin David Bailey), yang tengah merger dengan KindlyMD untuk akuisisi BTC ratusan juta dolar.
- Twenty One Capital (Jack Mallers), saat ini memegang 43.514 BTC, jadi pemilik korporat BTC terbesar ketiga di dunia.

