Pertamina Geothermal (PGEO) Teken Kerja Sama Senilai US$ 5,4 miliar dengan PLN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menandatangani head of agreement (HoA) atau perjanjian pendahuluan dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) terkait pengembangan energi panas bumi untuk pembangkit listrik. Target kapasitas pengembangan bisa mencapai 1.130 MW atau dengan investasi US$ 5,4 miliar.
Kesepakatan itu mencakup kerja sama yang difokuskan untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi pada 19 proyek eksisting dengan total kapasitas sebesar 530 megawatt (MW). Sinergi tersebut difasilitasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT Danantara Asset Management (Persero).
Baca Juga
Menuju 1 GW, Pertamina Geothermal (PGEO) Resmikan Operasi Penuh PLTP Lumut Balai Unit 2
“Langkah ini menjadi bagian signifikan dari strategi PGE untuk mempercepat pengembangan potensi cadangan panas bumi sebesar 3 gigawatt (GW) yang kami identifikasi dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri,” jelas Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025).
Pengembangan dimaksud, meliputi tujuh proyek brownfield, delapan proyek yellowfield, dan empat proyek greenfield di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais, Ulubelu, Lumut Balai, Lahendong, Kamojang, Sungai Penuh, dan Kotamobagu. Kerja sama itu berpotensi menghasilkan pengembangan tambahan kapasitas mencapai 1.130 MW dengan estimasi nilai investasi hingga US$ 5,4 miliar. Potensi pengembangan tambahan ini diproyeksikan dari wilayah kerja yang telah berproduksi maupun area prospektif baru.
Sebagai world class green energy company, manajemen PGE mengaku siap menjadi motor penggerak transisi energi nasional yang lebih hijau dan berkelanjutan, salah satunya melalui sinergi bersama PLN IP yang difasilitasi oleh Danantara.
Agenda Nasional
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menambahkan, pengembangan energi panas bumi merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Baca Juga
Danantara Suntik Investasi ke PGE untuk Pacu Target 3 GW Energi Panas Bumi
“Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap inisiatif pengelolaan aset strategis dilaksanakan dengan tata kelola yang akuntabel, profesional, dan selaras dengan standar internasional,” ujar Rosan di Wisma Danantara Indonesia, Selasa (5/8/2025).
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri ikut menegaskan bahwa sebagai entitas yang mengemban mandat dalam pengelolaan wilayah kerja panas bumi nasional, Pertamina melalui PGE berkomitmen memperluas pemanfaatan sumber daya panas bumi sebagai tulang punggung energi bersih Indonesia.
“Melalui kerja sama ini, kami menjajaki skema kolaboratif yang memungkinkan optimalisasi potensi wilayah kerja panas bumi secara terukur dan progresif,” ujar Simon.

