Meski Kinerja Turun, Sinergi Djarum-Astra Membuat Prospek Saham Hermina (HEAL) Tetap Menarik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), meski realisasi laba bersih emiten pengelola rumah sakit ini mengalami penurunan sepanjang semester I-2025. Rekomendasi beli mempertimbangkan masuknya Grup Djarum dengan membeli saham treasury perseroan.
Emiten rumah sakit Hermina (HEAL) ini membukukan penurunnan laba bersih sebanyak 35,7% menjadi Rp 284 miliar hingga Juni 2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 442 miliar. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru naik tipis 1,3% dari Rp 3,34 triliun menjadi Rp 3,38 triliun. Sebelumnya PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan yang dikendalikan Budi Hartono bersaudara, menggelontorkan dana Rp 1,04 triliun untuk membeli sebanyak 559,18 juta atau 3,64% saham HEAL.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 1,04 Triliun, Grup Djarum Akuisisi 3,64% Saham Hermina (HEAL) Harga Premium
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Ismail Fakhri Suweleh dalam risetnya menyebutkan bahwa Kinerja HEAL sepanjang 1H25 mencerminkan normalisasi pertumbuhan setelah ekspansi agresif pada tahun-tahun sebelumnya. Pendapatan tahun 2023 dan 2024 masing-masing 18% dan 16%, namun diperkirakan hanya meningkat 8% tahun ini, sejalan dengan tren industri yang juga melambat. Biaya operasional enam rumah sakit baru yang dibuka dalam dua tahun terakhir turut menekan margin.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun proyeksi laba bersih HEAL tahun 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 25% dan 29% menjadi Rp 429 miliar dan Rp 507 miliar. Penurunan ini mencerminkan kinerja semester I-2025 yang melemah bersamaan dengan tantangan struktural di pasar pasien BPJS yang menjadi segmen kunci bagi perusahaan.
Dalam pertemuan manajemen terbaru dengan BPJS terungkap bahwa verifikasi dan pembayaran klaim semakin ketat yang bisa berdampak pada peningkatan hari piutang menjadi 63 hari pada semester I-2025, dibandingkan 57 hari di tahun 2024. Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga justru direivisi naik menjadi Rp 1.850 per saham saham berbasis DCF tahun 2026, naik dari valuasi sebelumnya dengan asumsi WACC 8,7% (dari 8,5%) setelah pembelian saham treasuri oleh Grup Djarum.
Rekomendasi ini juga mempertimbangkan pertumbuhan kuat HEAL dalam jangka panjang HEAL melalui, skala ekonomi dari volume pasien, peningkatan revenue per pasien lewat program KRIS dan Coordination of Benefit (CoB), kontribusi bisnis non-rumah sakit, dan sinergi strategis dengan pemegang saham Grup Djarum-Astra.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin GOTO Direkomendasikan Beli
Pandangan positif terhadap prospek emiten portofolio grup Djarum dan grup Astra ini juga datang dari tim riset Mandiri Sekuritas. Analis Mandiri Sekuritas Inggrid Gondoprastowo dan Jennifer Audrey Harjono mengatakan, Hermina (HEAL) tetap optimistis mencapai target kinerja tahun 2025, meskipun mencatat kinerja yang lebih lemah pada semester I-2025. Dalam earnings call terbarunya, manajemen menyebutkan penurunan kinerja semester I-2025 dipengaruhi rendahnya trafik pasien akibat periode libur panjang dan basis tinggi dari wabah demam berdarah tahun sebelumnya.
Selain itu, penurunan dipicu struktur pembayar (payor mix) yang kurang menguntungkan hingga memberikan tekanan pada pendapatan kuartal kedua. Namun demikian, HEAL melihat prospek yang lebih baik di paruh kedua 2025, seiring sejumlah inisiatif strategis. Manajemen mengungkapkan bahwa kontribusi tambahan dari kerja sama dengan Grup Astra dan Grup Djarum akan memperkuat pendapatan.
Perseroan juga berpotensi mencatatkan peningkatan volume pasien swasta, percepatan layanan BPJS, dan peningkatan intensitas kasus diharapkan turut mendorong perbaikan margin dan profitabilitas di semester II. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham HEAL dengan target harga Rp 1.900 per saham.

