Kalender Kripto Agustus: Apa yang Bisa Gerakkan Pasar di Bulan Agustus?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga tertinggi Bitcoin (BTC) dan lonjakan harga Ethereum (ETH) telah membentuk bulan Juli. Menariknya, momentum telah bergeser dari BTC ke altcoin pada paruh kedua bulan Juli. Apakah tren ini akan berlanjut di bulan Agustus?
Pasar kripto bergerak relatif datar hingga sekitar tanggal 10 Juli, ketika akhirnya Bitcoin menembus rentang konsolidasinya di kisaran US$ 108.000 (sekitar Rp 1,80 miliar) dan naik ke harga puncak terbarunya di US$ 117.000 (sekitar Rp 1,9 miliar). Tidak lama kemudian, harga kembali naik melampaui US$ 122.000 (sekitar Rp 1,96 miliar), bertepatan dengan permulaan “Pekan Kripto” di AS, di mana tiga rancangan undang-undang kripto penting berhasil diloloskan. Sejak itu, Bitcoin berkisar di rentang US$ 118.000 (sekitar Rp 1,91 miliar) dan US$ 120.000 (sekitar Rp 1,95 miliar). Namun di akhir bulan, momentum bergeser ke Ethereum dan altcoin.
Pergeseran narasi ke Ethereum ini mulai terjadi ketika perusahaan-perusahaan mulai mengadopsi strategi serupa untuk neraca perbendaharaan mereka, yang dulunya menggunakan Bitcoin. ETH, pelopor kripto smart contract, naik 60% dalam sebulan terakhir, dibandingkan dengan kenaikan Bitcoin yang hanya 10% dalam periode yang sama.
Altcoin lain juga mencatatkan kenaikan kuat di bulan Juli. Hedera (HBAR) naik hampir dua kali lipat, dan aset-aset lain seperti XRP, Dogecoin (DOGE), Solana (SOL), dan Cardano (ADA) mengalami rally dengan kenaikan lebih dari 30%. Beberapa pihak memprediksi bahwa ini akan menjadi permulaan musim altcoin, dimana altcoin akan melampaui kinerja Bitcoin, namun hal ini masih terlalu awal untuk bisa dipastikan.
Baca Juga
Kemenkeu Atur Ulang Pajak Kripto, Ini Respons Para Pelaku Industri
Apa yang akan terjadi di bulan Agustus?
Tenggat waktu tarif dagang
1 Agustus
Mengapa ini penting?
AS telah menetapkan tenggat waktu penerapan tarif baru ke berbagai negara, yang berkisar dari 10% hingga 50%. Tarif-tarif ini masih menimbulkan ketidakpastian yang sebelumnya telah berdampak ke pasar keuangan.
Angka pengangguran AS
1 Agustus
Mengapa ini penting?
Data pasar ketenagakerjaan tahun 2025 sejauh ini mengindikasikan perlambatan pertumbuhan pekerjaan, di mana angka pengangguran berada di kisaran 4,1% hingga 4,3%. Meskipun demikian, The Fed masih belum melakukan perubahan suku bunga, namun melemahnya pasar ketenagakerjaan ini bisa memperkuat alasan perlunya pemotongan suku bunga.
Baca Juga
Peluncuran ponsel Solana
4 Agustus
Mengapa ini penting?
Solana akan meluncurkan smartphone keduanya, Solana Seeker, yang akan memulai pengiriman pada tanggal 4 Agustus. Peluncuran ponsel yang dipasarkan sebagai “perangkat ponsel Web3” ini berpotensi menarik perhatian pasar kripto, mengingat peluncuran ponsel Solana sebelumnya.
Angka inflasi AS
12 Agustus
Mengapa ini penting?
Indeks Harga Konsumen AS menunjukkan kenaikan sebesar 0,3%, kenaikan bulanan tertinggi dalam lima bulan dan naik jauh di atas kenaikan 0,1% di bulan Mei. Angka inflasi tahunan juga naik ke angka 2,7% dari 2,4% di bulan Mei. Angka-angka ini bisa memperkuat alasan bagi The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga dan melakukan penyesuaian bertahap, bukan mengambil kebijakan yang agresif.
Tenggat waktu tarif dagang AS-Tiongkok
12 Agustus
Mengapa ini penting?
Tenggat waktu tarif ini bisa mengakhiri gencatan senjata tarif AS-Tiongkok. Kedua pihak akan bertemu di Stockholm sebelum tanggal ini untuk menegosiasikan perpanjang penangguhan. Ketegangan berpotensi memuncak dan berdampak pada pasar keuangan jika negosiasi gagal.
Notulen FOMC
20 Agustus
Mengapa ini penting?
CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa 61% investor memprediksi bahwa The Fed akan memotong suku bunga di bulan September. Perhitungan probabilitas ini didasarkan pada harga Fed Funds berjangka, yang menunjukkan ekspektasi investor. Pasar akan mencermati notulen dari rapat bulan Juli untuk mendapatkan petunjuk apakah The Fed memiliki sentimen serupa.

