Ditopang 3 Segmen Ini, Kredit CIMB Niaga (BNGA) Tumbuh 6,8% Jadi Rp 231,8 Triliun per Juni 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan penyaluran kredit secara konsolidasi sebesar Rp 231,8 triliun per Juni 2025, tumbuh 6,8% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja solid di berbagai segmen, khususnya kredit korporasi, usaha kecil menengah (UKM), dan konsumer.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan, pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan penerapan strategi yang konsisten dan disiplin, selaras dengan kondisi pasar dan profil risiko nasabah.
“Kami mencatat pertumbuhan kredit yang baik dan terukur sesuai dengan profil risiko dan kondisi pasar. Di saat yang sama, kami tetap menjaga kualitas aset yang stabil, tingkat permodalan dan likuiditas yang kuat, serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga
CIMB Niaga Sambut Baik Penurunan Suku Bunga BI, Soroti Likuiditas Pasar dan 'Cost of Fund'
Lani merinci, kredit di segmen korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,3% (yoy), diikuti kredit UKM naik 7,3% (yoy), dan kredit konsumer meningkat 4,7% (yoy). Di antara produk konsumer, kredit pemilikan mobil (KPM) menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan sebesar 26,7% (yoy).
Alhasil, laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) pada semester I 2025 mencapai Rp 4,4 triliun, menghasilkan laba per saham sebesar Rp 137,43. Lalu, total aset konsolidasian CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 357,9 triliun.
Dari sisi penghimpunan dana, CIMB Niaga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) 4,8% (yoy) menjadi Rp 261,9 triliun, dengan rasio dana murah atau current account and saving account (CASA) mencapai 69%.
”CASA meningkat 10,9% (yoy), dikontribusikan oleh upaya bank untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital,” kata Lani.
Baca Juga
CIMB Niaga (BNGA) Hadirkan Solusi Keuangan di Purwokerto, Ini Alasannya
“Kami tetap menjaga kualitas aset yang stabil, tingkat permodalan dan likuiditas yang kuat, serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, sehingga memperkuat posisi kami di industri,” sambung dia.
Dalam mendukung agenda keberlanjutan, lanjut Lani, sekitar 25% dari total pembiayaan CIMB Niaga atau setara Rp 57,6 triliun telah disalurkan untuk mendukung transisi energi, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di sisi bersamaan, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga juga mencatat pertumbuhan positif, dengan total pembiayaan mencapai Rp 59,6 triliun per Juni 2025, naik 2,5% (yoy). Sementara, DPK UUS CIMB Niaga mencapai Rp 48,2 triliun.

