IHSG Menuju 7.800? Ini Saham Pilihan di Tengah Optimisme dan Aksi Ambil Untung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, (29/7/2025) diproyeksikan kembali lanjutkan penguatan menuju level 7.675-7.700 dalam jangka pendek, bahkan peluang menguji area 7.800-7.850 dalam jangka menengah terbuka lebar. Namun, pemodal diminta untuk tetap mewaspadai peluang aksi ambil untung, mengingat indeks telah naik sekitar 4% dalam sepekan terakhir.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menyarankan investor untuk melakukan seleksi saham secara ketat agar tetap optimal dalam merespons volatilitas jangka pendek. Pemodal juga diminta untuk tetap mencermati peluang pembalikan arah sejumlah saham dipicu atas aksi ambil untung sejumlah investor.
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan BEI pada Senin (28/7/2025) IHSG ditutup menembus level 7.614,77 atau naik hampir 1% ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir. Penguatan ini tak lepas dari kombinasi sentimen positif baik dari global maupun domestik. Dari sisi global, pasar merespons positif meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, serta optimismtis menjelang pembicaraan dagang AS–China yang digelar di Stockholm.
"Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi aksi tunggu pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, di mana ekspektasi pasar cenderung mengarah pada sikap dovish dalam beberapa bulan mendatang," ujar Hendra kepada investortrust.id Senin, (28/7/2025).
Laju indeks juga akan dipengaruhi harga komoditas energi, seperti minyak mentah turut menguat, memberikan sentimen tambahan bagi saham-saham berbasis sumber daya alam. Dari dalam negeri, Hendra menilai, kekuatan fundamental Indonesia tetap menjadi penopang utama.
Baca Juga
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 7,7% Jadi Rp 8.059,79 Triliun per Juni 2025
"Investor merespons positif tren pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil di tengah ketidakpastian global. Proyeksi penurunan suku bunga Bank Indonesia pada akhir tahun juga menjadi katalis tambahan, memberikan ruang untuk cost of fund yang lebih rendah bagi dunia usaha," tuturnya.
Secara sektor, Hendra menjabarkan sektor-sektor seperti infrastruktur, energi, dan basic materials mengalami penguatan signifikan, tercermin dari kenaikan indeks sektoral IDXINFRA 2,61%, IDXENERGY 1,36%, dan IDXBASIC 2,25%. "Kondisi ini menunjukkan bahwa investor tengah memburu saham-saham yang berkaitan dengan proyek hilirisasi, transisi energi, dan pembangunan infrastruktur," jelas dia.
Saham Pilihan
Mengacu pada sentimen tersebut, sejumlah saham menarik untuk dicermati, Hendra merekomendasikan beli saham ADRO dengan target Rp 2.100, karena potensi rebound teknikal serta transformasi bisnis yang kini berfokus pada energi hijau dan logam masa depan. Saham BRMS juga menjadi sorotan dengan target Rp 480, seiring eksplorasi tembaga yang agresif di Gorontalo yang sejalan dengan tren global transisi energi.
Sementara saham MBMA direkomendasikan buy dengan target Rp 620 karena eksposurnya ke rantai pasok baterai EV, sedangkan JPFA sebagai saham defensif di sektor konsumsi, dinilai menarik dengan target Rp 1.850 di tengah prospek permintaan protein yang stabil.

