Krakatau Steel (KRAS) Cetak Kenaikan Pendapatan US$ 460,82 Juta, Sebaliknya Rugi Membengkak
JAKARTA, investortrust.id – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatat kenaikan pendapatan menjadi US$ 460,83 juta atau setara Rp 7,48 triliun sepanjang semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 444,67 triliun. Sebaliknya rugi periode berjalan melesat dari US$ 60 juta menjadi US$ 105,38 juta.
Peningkatan rugi bersih tersebut berbanding terbalik dengan kinerja saham KRAS yang justru mencatatkan lompatan mengesankan sebanyak 150% menjadi Rp 320 dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, transaksi saham KRAS sempat dihentikan akibat lompatan tersebut.
Baca Juga
KRAS dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/7/2025), Krakatau Steel (KRAS) juga membukukan laba bruto sebesar US$ 33,97 juta atau sekitar Rp 551,3 miliar atau turun dari periode sama tahun 2024 mencapai US$ 48,23 juta. Alhalsi, margin laba kotor paruh pertama tahun ini mencapai 7,37%.
“Kinerja operasional Krakatau Steel menunjukkan perbaikan efisiensi, tercermin dari penurunan beban usaha sebesar 16% menjadi US$ 47,6 juta atau Rp 772,8 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen Krakatau Steel dalam memperbaiki struktur biaya dan meningkatkan produktivitas,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan.
Meskipun masih menghadapi tantangan dari sisi non-operasional termasuk beban keuangan dan hasil investasi pada entitas asosiasi, dia mengatakan, Krakatau Steel terus menempuh langkah-langkah strategis untuk memperkuat fundamental keuangannya dan tetap menjaga stabilitas aset yang meningkat tipis sebesar 0,61% menjadi US$ 2,91 miliar atau Rp 47,27 triliun per 30 Juni 2025.
Baca Juga
Sah! Pemerintah Alihkan 80% Saham Krakatau Steel (KRAS) ke Danantara
“Memasuki fase baru operasional, Krakatau Steel telah mengaktifkan fasilitas produksi Hot Strip Mill 1 (HSM#1) di awal 2025. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam strategi transformasi dan pemulihan bisnis. Sejalan dengan itu, Perseroan juga terus memantapkan integrasi di segmen baja maupun nonbaja sebagai langkah diversifikasi dan penguatan daya saing,” tambah Akbar.
Akbar menambahkan bahwa Krakatau Steel tetap optimistis terhadap prospek perbaikan kinerja di paruh kedua tahun ini. “Kami fokus menjalankan strategi peningkatan kapasitas, efisiensi, serta kolaborasi dengan mitra strategis agar Krakatau Steel dapat memberikan kinerja yang lebih baik secara berkelanjutan,” tulisnya.

