Kazakhstan Pertimbangkan Investasi Aset Kripto dalam Cadangan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kazakhstan mulai melirik aset kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan nasionalnya. Dalam pernyataan terbaru, Gubernur Bank Nasional Kazakhstan Timur Suleimenov menyatakan, pihaknya sedang mengeksplorasi potensi investasi dalam instrumen terkait kripto, sebagai langkah untuk meningkatkan imbal hasil investasi negara.
Melansir CoinTelegraph, Selasa (15/7/2025), media lokal yang terdaftar di bawah Kementerian Informasi Kazakhstan yaitu Kursiv menyebut, negara tersebut berencana mengalokasikan sebagian cadangan emas dan devisa, serta aset yang dikelola oleh dana kekayaan kedaulatannya, ke dalam aset digital.
Langkah ini menjadikan Kazakhstan sebagai salah satu negara pertama di Asia Tengah yang secara terbuka mempertimbangkan kripto sebagai aset cadangan negara.
Suleimenov mengatakan, Kazakhstan mengambil inspirasi dari sejumlah negara lain, termasuk Norwegia, Amerika Serikat (AS), dan kawasan Timur Tengah, yang telah mulai berinvestasi baik secara langsung pada aset kripto maupun melalui dana yang diperdagangkan di bursa (exchange traded fund/ETF) dan saham perusahaan kripto.
Baca Juga
Lebih lanjut, Kazakhstan juga berencana membentuk cadangan aset kripto nasional menggunakan aset digital yang disita oleh lembaga penegak hukum. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas dalam membangun ekosistem digital yang kuat.
Sebagai langkah konkret, Kazakhstan telah meluncurkan zona percontohan untuk mendukung penggunaan pembayaran digital dan mendorong adopsi aset digital secara lebih luas. Program ini merupakan kelanjutan dari peluncuran aset digital bank sentral, Tenge Digital, pada November 2023.
Baca Juga
Produksi Kazakhstan Capai Rekor, Harga Minyak Kembali Meredup
Kementerian Pengembangan Digital yang dipimpin oleh Kanysh Tuleushin menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari ambisi nasional untuk menjadikan Kazakhstan sebagai pusat kripto terkemuka di Asia Tengah.
Meski begitu, adopsi kripto di tingkat ritel masih menghadapi tantangan. Berdasarkan Crypto Adoption Index 2024 dari Chainanalysis, Kazakhstan saat ini menempati peringkat ke-57 dari 151 negara, mengindikasikan tingkat partisipasi publik yang masih terbatas dalam penggunaan aset digital.

