Saat Harga Melesat, Investor Ini Lepas Rp 91,12 Miliar Saham TBS Energi (TOBA)
JAKARTA, investortrust.id – PT Bara Makmur Abadi melepas sebanyak 109,13 juta saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dalam periode transaksi mulai 12 Juni hingga 4 Juli 2025. Penjualan dilakukan pada harga rata-rata Rp 835 per saham, sehingga nilai transaksinya mencapai Rp 91,12 miliar.
Aksi penjualan saham tersebut dilakukan saat harga saham TOBA tengah mengalami kenaikan harga pesat dalam tiga bulan terakhir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TOBA telah melesat lebih dari 168% menjadi Rp 815 dalam tiga bulan terakhir.
Baca Juga
ESDM: Selama Dunia Butuh Terang, Industri Batu Bara Tak Boleh Padam
Berdasarkan laporan yang dirilis tanggal 9 Juli 2025, transaksi ini membuat porsi kepemilikan Bara Makmur Abadi di TOBA turun dari 5,472% menjadi 4,136%, dengan jumlah saham yang tersisa sebesar 337.827.300 saham.
Manajemen TOBA dalam penjelasan resminya di BEI, Jumat (11/7/2025), menyebutkan bahwa transaksi ini dikategorikan sebagai penjualan langsung, tanpa adanya keterangan perubahan pengendalian. Penjualan tersebut setara dengan 1,336% dari total saham TOBA yang beredar.
Sebelumnya, TOBA mencatatkan pendapatan kuartal I-2025 sebesar US$ 392,8 juta atau turun 21%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu fluktuasi harga batu bara.
Meski pendapatan tergerus, kinerja operasional tetap solid. Direktur TOBA, Juli Oktarina, menyampaikan bahwa perusahaan mencatatkan EBITDA adjusted sebesar US$ 109,2 juta, angka ini mencerminkan kenaikan 7% dibandingkan kuartal I-2024.
Baca Juga
Agresif, TBS Energi (TOBA) Targetkan Kapasitas Pembangkit Energi Terbarukan 370 MW hingga 2030
“Sementara total ekuitas sebesar US$ 359,6 juta atau turun 17%, dibandingkan periode sebelumnya. Adapun posisi kas sebesar US$ 126,1 juta,meningkat 45% dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Juli dalam paparan publik daring pada Jumat, (20/6/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan aset perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan dengan total mencapai US$ 1 miliar. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam paparannya, Juli juga menekankan transformasi fundamental bisnis TOBA dari energi fosil ke energi berkelanjutan. “Kami tidak hanya berfokus pada dampak lingkungan yang lebih baik, tetapi juga mengincar sektor-sektor dengan trading multiples yang lebih tinggi untuk memberikan nilai tambah bagi investor,” ungkapnya.

