Transcoal (TCPI) Raih Kontrak Pengangkutan Bijih Nikel Nilainya US$ 885 Juta
JAKARTA, investortrust.id – PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) meraih kontrak pengangkutan bijih nikel dari dari perusahaan tambang bijih nikel di Sulawesi Tenggara. Kontrak berjangka waktu lima tahun dan bisa diperpanjang lima tahun lagi tersebut diharapkan berdampak positif terhadap kinerja keuangan.
Direktur TCPI Bintang Septo Drestanto mengatakan, penandatanganan kontrak pengangkutan bijih nikel tersebut dilaksanakan Rabu (9/7/2025). Dalam kontrak, perseroan akan mengangkut sebanyak 100 juta ton bijih nikel dalam jangka waktu 10 tahun.
Baca Juga
Jelang RUPST, Transcoal (TCPI) Umumkan Raihan Kontrak Jumbo US$ 183 Juta
“Pengangkutan Bijih Nikel melalui laut dengan menggunakan kapal motor jenis bulk carier dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar yang ditentukan oleh pelanggan. Periode kontrak kontrak lima tahun dan bisa diperpanjang selama limata tahun,” tulis pengumuman resmi perseroan.
Kegiatan ini, terang dia, bisa berdampak positif terhadap operasional TCPI, sehingga memperkuat posisi perseroan dalam menjalankan usahanya di bidang jasa logistik dan transportasi.
Terkait kinerja keuangan, TPCI mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi Rp 445,58 miliar hingga kuartal I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 428,78 miliar. Sebaliknya laba bruto turun dari Rp 139,12 miliar menjadi Rp 128,47 miliar.
Baca Juga
Begini Pandangan Putra Prajogo Terkait Kesuksesasn Listing Perdana Chandra Daya (CDIA)
Laba tahun berjalan turun tipis dari Rp 50,84 miliar menjadi Rp 50,77 miliar. Angka tersebut menjadikan laba per saham stabil di level Rp 10 pada kuartal pertama tahun ini. Sedangkan tahun 2024, TCPI mencatatkan penurunan laba atribusi pemilik entias induk dari Rp 181,36 miliar menjadi Rp 85,37 miliar.
Selain itu, TCPI akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa pekan ini dengan agenda persetujuan penggunaan laba bersih tahun 2024. Persetujuan pengangkatan kembali dan perubahan susunan direksi perseroan.

