Di Tengah ARA Saham CDIA, Tiga Saham Emiten Prajogo Dipimpin TPIA justru Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah euphoria listing perdana saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), tiga saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) justru mencatatkan penurunan.
CDIA yang mencatatkan perdana saham hari ini berhasil torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,74% menjadi Rp 256, dibandingkan harga perdana Rp 190 per saham. Berkat kenaikan harga tersebut, kapitalisasi (market cap) saham CDIA memumbung menjadi Rp 31,95 triliun.
Baca Juga
Resmi Melantai di BEI, Saham CDIA Langsung ARA Diserbu Investor
Sebaliknya TPIA selaku pengendali 60% saham CDIA justru mencatatkan penurunan dalam mencapai 2,21% menjadi Rp 9.950 per saham hingga pukul 10.30 WIB. Meski di awal transaksi saham ini esmpat melambung ke level Rp 10,275.
Begitu juga dengan saham BRPT yang bertindak sebagai pengendali saham TPIA justru mencatatkan penurunan tipis sebanyak Rp 5 menjadi Rp 1.680. Saham ini sempat menguat ke level Rp 1.705, namun menjelang 10.30WIB terjadi epnurunan hingga sempat ke level Rp 1.660. Begitu juga dengans aham BREN mencatatkan penurunan sebanyak 0,42% menjadi Rp 5.975.
Terkait perdagangan saham CDIA terpantau ratusan ribu investor tengah memasang order beli saham CDIA level Rp 256 dengan total 12,40 miliar saham. Nilai permintaan tersebut setara dengan Rp 3,17 triliun.
Sebelumnya, CDIA melaporkankelebihan permintaan (oversubscription) IPO sahamnya hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor sepanjang masa penawaran. Angka ini dihitung selama masa penawaran awal pada 19-24 Juni 2025 hingga masa penawaran umum pada 2 – 7 Juli 2025.
Baca Juga
Ekosistem Bursa Kripto Pertama di Dunia "Indokripto" (COIN) Listing di BEI, Sahamnya Sentuh ARA
Melalui hajatan IPO ini, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 2,37 triliun melalui penerbitan 12.482.937.500 lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 190 per saham. Presiden Direktur CDIA, Fransiskus Ruly Aryawan menyampaikan pencatatan saham perdana hari ini menjadi momen penting bagi CDI Group dalam membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Ia juga mengapresiasi atas kepercayaan investor yang mendukung kesuksesan proses aksi korporasi ini.
“Dalam proses IPO ini tercemin dari tingginya minat pasar dengan kelebihan permintaan atau oversubscription sebanyak 563,64 kali yang melibatkan partisipasi dari 400.126 investor, sepertinya oversubscription CDIA kami merupakan yang tertinggi di BEI sampai saat ini, ” kata Ruly.

